Kim Jong-un Sebut Korea Utara Sukses Tangani Covid-19
Merdeka.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memuji kesuksesan negaranya dalam mencegah masuknya virus corona Covid-19 dengan sebutan "kesuksesan yang gemilang".
Hal itu disampaikan oleh Kim pada pertemuan Partai Buruh pada Kamis kemarin yang juga membahas dampak virus, enam bulan setelah Korea Utara menutup perbatasan dan membuat ribuan orang diisolasi, demikian dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat (3/7).
Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, melaporkan, setelah mengkaji upaya-upaya, Kim Jong-un mengatakan kami telah benar-benar mencegah penyebaran virus ganas" dan "mempertahankan situasi anti-epidemi yang stabil meskipun dunia mengalami krisis kesehatan.
Kim Jong-un memuji "keberhasilan yang gemilang yang diraih oleh kepemimpinan Komite Pusat Partai."
Ia menganggap semua pihak di negara itu memiliki pandangan jauh ke depan dengan semangat sukarela yang ditunjukkan oleh semua orang yang bergerak sesuai perintah Komite Sentral Partai.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comNamun dia juga menekankan perlunya "mempertahankan kewaspadaan maksimum" terutama mengingat wabah baru di "negara-negara tetangga".
Pyongyang belum mengkonfirmasi satu kasus mematikan yang melanda dunia setelah pertama kali muncul di negara tetangga China.
Korea Utara telah memberlakukan aturan ketat, termasuk menutup perbatasan dan sekolahnya, dan menempatkan ribuan warganya ke dalam isolasi.
Para pengamat mengatakan, Korut tidak mungkin menghindari infeksi dari virus itu, dan sistem kesehatannya yang bobrok bisa berujung pada wabah besar.
Bulan lalu, seorang pakar hak-hak PBB memperingatkan kerawanan pangan semakin dalam dan beberapa orang "kelaparan" sebagai hasil dari upaya Korea Utara untuk menangkal wabah, terutama menutup perbatasan.
Sebelum krisis Virus Corona, lebih dari 40 persen orang di Korea Utara sudah dianggap rawan kekurangan pangan, dengan banyak yang menderita kekurangan gizi.
Pandemi Covid-19 hingga kini sudah menginfeksi setidaknya 10,7 juta orang dan merenggut sekitar 516.000 nyawa di seluruh dunia.
Reporter: Teddy Tri Setio Berty
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya