Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kim Jong-un kirim pasukan ke perbatasan Korsel untuk siaga perang

Kim Jong-un kirim pasukan ke perbatasan Korsel untuk siaga perang Kim Jong-un pantau latihan militer Korut. ©AFP PHOTO/Korean Central News Agency

Merdeka.com - Situasi keamanan di Semenanjung Korea semakin genting. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, telah mengumumkan perintah resmi agar setiap tentaranya bersiaga di perbatasan menghancurkan speaker yang jadi penyebab insiden 24 jam terakhir.

"Kim Jong-un sebagai panglima tertinggi Tentara Rakyat Korea memerintahkan pasukan bersiaga dan menghancurkan alat-alat perang milik musuh jika tidak berhenti menyiarkan propaganda hingga 48 jam lagi," tulis pernyataan media corong pemerintah, KCNA, Jumat (21/8).

Dengan begitu, Korut menegaskan statusnya siaga perang. Keputusan agresif ini dicapai setelah Kim Jong-un memimpin rapat darurat bersama petinggi Partai Pekerja Korea, beberapa jam selepas tembak menembak di perbatasan kedua negara.

Tak hanya mengancam menyerang tetangganya, Jong-un menyatakan pemerintah Korsel sebagai 'maniak perang', karena sengaja memprovokasi negaranya dengan melakukan operasi militer gabungan bersama Amerika Serikat 28 Agustus mendatang.

Tembak menembak kemarin merupakan insiden pertama kalinya setelah lima tahun yang relatif damai. Rekaman dan speaker yang jadi biang kerok itu diputar pada pukul 07.00 waktu setempat.

Merasa terhina dengan siaran propaganda Korsel, beberapa tentara Korut melancarkan tembakan ke arah negara tetangganya. Sebagian laporan menyatakan rudal 155 mm ikut ditembakkan ke wilayah Korsel. Terpancing, tentara Korea Selatan balas menembak ke wilayah utara beberapa kali dengan senapan mesin, serta bazoka.

Akibat insiden kemarin, warga kota Yeoncheon, yang terletak sekitar 64 kilometer sebelah utara Seoul terpaksa dievakuasi ke lokasi-lokasi perlindungan bawah tanah. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP