Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketika media Barat abaikan penembakan tiga muslim Amerika

Ketika media Barat abaikan penembakan tiga muslim Amerika Tiga muslim AS korban penembakan. ©facebook.com/yusor abu-salha/razan abu-salha/deah barakat

Merdeka.com - Peristiwa penembakan tiga warga muslim di Chapel Hill, North Carolina, Amerika Serikat tiga hari lalu menimbulkan kecurigaan: motif pembunuhan itu adalah soal agama.

Identitas korban tewas Deah Shaddy Barakat, 23 tahun dan istrinya Yusor Muhammad, 21 tahun, serta adik istrinya Razan Muhammad Abu Salha, 19 tahun, tidak segera diketahui sampai polisi mengumumkannya pada Rabu pagi waktu setempat. Penembakan itu terjadi pada Selasa malam.

Media-media Amerika di luar North Carolina amat lamban dalam meliput kejadian ini. Warga muslim Amerika bereaksi atas kejadian ini dengan mengatakan kurangnya sorotan media besar arus utama pada peristiwa ini karena korban tewas beragama Islam.

"Kita tidak akan melihat berita ini karena ini tentang muslim," kata seorang pengguna media sosial Twitter beragam Islam.

Jika korban adalah orang kulit putih dan beragam Kristen maka media segera melaporkannya besar-besaran. Ketika korban tewas adalah muslim maka media Barat tampaknya menerapkan standar ganda.

Media Inggris the Independent menurunkan tulisan Sabbiyah Pervez pada Rabu pagi dengan judul "Tiga muslim dibunuh, tapi karena agama mereka media mengabaikannya"

Dia mengatakan, kurangnya liputan media ini membuktikan (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP