Ketiga kalinya vokalis Aerosmith tegur Trump karena pakai lagu tanpa izin
Merdeka.com - Vokalis band asal Amerika Serikat, Aerosmith, Steven Tyler, untuk ketiga kalinya meminta Presiden Donald Trump berhenti menggunakan lagu-lagunya selama rapat umum.
Lagu Aerosmith berjudul "Livin 'on the Edge" diputar di sebuah pertemuan Trump di Charleston, negara bagian West Virginia, dua hari lalu. Hal itu mendorong sang pentolan band untuk mengirim surat ke Gedung Putih melalui pengacaranya.
"Tuan Trump tidak memiliki izin untuk menggunakan musik milik klien kami, termasuk Livin’ on the Edge," kata surat teguran terkait, sebagaimana dikutip dari Time.com pada Kamis (23/8).
Teguran tersebut bukan pertama kalinya disampaikan oleh Steven Tyler ke Donald Trump. Sebelumnya, vokalis bergaya nyentrik itu dua kali mengajukan keberatan kepada Donald Trump, karena menggunakan lagu berjudul "Dream On" milik Aerosmith selama aksi kampanye pilpres pada 2015.
Mengutip Undang-Undang Lanham, yang melarang warta palsu, pengacara Tyler mengatakan bahwa Trump menggunakan musik Aerosmith, yang menyiratkan band itu sebagai pendukung presiden.
"Seperti yang telah kami jelaskan berkali-kali, Tuan Trump menciptakan kesan yang salah bahwa klien kami telah memberikan persetujuan untuk penggunaan musiknya, apalagi hingga mendukung kepemimpinan Trump," kata surat itu.
"Dengan menggunakan 'Livin' On The Edge' tanpa izin klien kami, Tuan Trump menyiratkan bahwa klien kami, sekali lagi, mendukung kampanyenya dan / atau pemerintahannya, sebagaimana dibuktikan oleh kebingungan nyata yang dilihat dari reaksi para penggemar klien kami, dan juga seluruh media sosial," lanjut surat terkait.
Menurut surat itu, Donald Trump membutuhkan izin tertulis dari Tyler dan seluruh kru Aerosmith untuk menggunakan musiknya.
Sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak Gedung Putih ataupun via tweet sang presiden.
Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya