Kesal dikritik, Duterte suruh uskup dan pastor cicipi narkoba
Merdeka.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte tetap gigih membela kebijakannya dalam memberantas peredaran narkoba di negaranya. Bahkan, para uskup dan pastor yang terus mengkritik juga mendapat serangan dari mantan wali kota Davao tersebut.
Duterte itu meminta para uskup dan pastor tidak munafik, dia juga meminta mereka mencicipi sabu agar bisa memahami seriusnya masalah narkoba di Filipina. Dia tidak senang beberapa kasus pembunuhan yang mengorbankan para bandar terus dikritik pemuka agama.
"Mereka (para uskup dan pastor) tidak mengerti. Mereka tahu masalah narkoba, tahu bahwa itu hal buruk, namun tetap mengatakan bahwa pembunuhan di luar hukum itu tidak baik," kata Duterte seperti dikutip dari laman Russia Today, Kamis (19/1).
"Jadi para pastor harus mencicipi sabu agar bisa memahami (memburuknya masalah narkoba). Saya juga rekomendasikan satu atau dua uskup mencicipinya," sambungnya,
Ini bukan pertama kalinya Duterte mengkritik gereja. Dia juga pernah mengutuk Paus Francis karena menyebabkan kepadatan lalu lintas selama kunjungannya Januari tahun lalu. Namun, dia meminta maaf dengan menulis surat atas kata-katanya, lalu menyalahkan manajemen lalu lintas yang buruk.
Sejak memimpin Filipina Juni tahun lalu, sebanyak 6.000 nyawa telah melayang atas nama pemberantasan narkoba. Sedikitnya 2.250 pengedar narkoba tewas oleh polisi lokal tanpa diadili sementara 4.000 lainnya dibunuh oleh orang yang tidak jelas afiliasinya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya