Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kerusuhan pecah di Hong Kong usai puluhan PKL digusur

Kerusuhan pecah di Hong Kong usai puluhan PKL digusur Kerusuhan Distrik Mong Kok di Hong Kok. ©2016 Merdeka.com/Reuters/Lam Yik Fei

Merdeka.com - Kerusuhan pecah di Distrik Mong Kok, Hong Kong, Selasa (9/2) sejak dini hari hingga pagi tadi waktu setempat. Massa, lebih dari 100 orang mewakili perkumpulan pedagang kaki lima yang diusir pemerintah kota, melemparkan batu ke polisi. Sebagai balasan, polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata serta tembakan peringatan memakai peluru kosong.

Channel News Asia melaporkan belasan pengunjuk rasa terluka di kepala karena dihajar polisi dengan pentungan. Kekerasan sepanjang hari ini adalah yang terburuk pernah dialami Hong Kong sejak kerusuhan pro-demokrasi pecah pada 2014 lalu.

Pimpinan Eksekutif Administrasi Hong Kong, Leung Chun-ying mengecam tindakan para pedagang kaki lima. Dia menuding, seandainya mereka bersedia digusur baik-baik, polisi tidak perlu melakukan kekerasan.

"Kami mengutuk kekerasan yang terjadi hari ini," ujarnya.

Mong Kok adalah distrik dekat pelabuhan yang dihuni masyarakat menengah ke bawah Hong Kong. Kawasan ini sekaligus pusat perbelanjaan semua kalangan, lantaran lokasinya dekat pusat kota.

kerusuhan distrik mong kok di hong kok

Kerusuhan Distrik Mong Kok di Hong Kok ©2016 Merdeka.com/Reuters/Lam Yik Fei

Jalanan di sana sempit karena trotoar dipenuhi para PKL yang menjajakan makanan ringan, warung tenda, hingga kios oleh-oleh. Kerusuhan pro-demokrasi dua tahun lalu yang digerakkan pelajar juga berpusat di Mong Kok.

Warga Mong Kok, Paul Lee (65), sudah menduga sejak jauh-jauh hari akan ada kekerasan ketika pemerintah memaksa ratusan PKL pindah. Momen penggusuran dirasa tak peka, lantaran banyak orang sedang merayakan Imlek sehari sebelumnya.

"Saya kecewa dengan pendekatan yang dipakai pemerintah," ujarnya.

Kepolisian Hong Kong menyatakan tiga orang ditahan karena secara aktif menyerang polisi. Namun laporan terpisah dari Stasiun Televisi RTHK menyatakan sedikitnya 24 orang ditahan. Tiga aparat antihuru-hara masuk rumah sakit karena luka berat, dan 48 lainnya dirawat karena luka akibat lemparan batu.

Sebagian pengamat politik menyatakan penggusuran PKL ini diwarnai oleh kampanye politik. Polisi menyebut calon anggota parlemen berideologi anti-China mendukung pedagang kaki lima agar tetap berjualan.

Dalam rekaman televisi, terlihat beberapa pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel "Sahkan Hong Kong menjadi negara mandiri," teriak mereka.

Separuh rakyat Hong Kong mendukung aktif atau diam-diam gerakan anti-Beijing. Sejak diserahkan kembali ke China oleh Inggris pada 1997, rakyat Hong Kong merasa kehidupan mereka tidak membaik. Tindakan pemerintahan eksekutif (setara Gubernur) dinilai warga berpendidikan sangat otoritarian.

Saat ini kerusuhan telah berakhir. Namun pecahan kaca, batu, serta sampah berserakan di Nathan Road, jalan utama Distrik Mong Kok. Stasiun Mong Kok masih ditutup.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP