Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepala polisi Filipina yang diculik pemberontak dibebaskan

Kepala polisi Filipina yang diculik pemberontak dibebaskan Konflik Filipina. ©AFP PHOTO/TED ALJIBE

Merdeka.com - Seorang kepala polisi yang diculik oleh sekelompok kecil pemberontak muslim telah meyakinkan mereka untuk menyerah dan dibebaskan. Namun, sekelompok pemberontak dengan jumlah besar yang terpisah tetap menahan beberapa sandera.

Krisis penyanderaan di selatan Filipina, yang sampai hari ini telah memasuki hari ke sepuluh, menjadi masalah keamanan yang terburuk bagi Benigno Aquino III sejak dia menjabat sebagai presiden Filipina pada 2010 lalu, seperti dilansir surat kabar the Houston Chronicle, Rabu (18/0).

Ketegangan dimulai sejak 9 September lalu ketika pemberontak dari Front Pembebasan Bangsa Moro (MNLF) mencoba untuk mengambil kendali Kota Zamboanga, sebuah pelabuhan utama yang dihuni hampir satu juta orang. Meski mereka telah digagalkan oleh pasukan keamanan, tetapi para pemberontak masih berhasil mengambil sejumlah sandera di sepanjang desa-desa pesisir.

MNLF melakukan perjuangan untuk kemerdekaan selatan Filipina yang didominasi warga muslim. Mereka tidak puas dengan kesepakatan damai dari pemerintah yang bernegosiasi dengan kelompok saingan mereka, yakni sekelompok muslim yang lebih besar untuk memberikan otonomi daerah yang lebih besar.

Insiden tidak terduga terkait krisis ini semakin bertambah ketika kemarin Kepala Kepolisian Kota Zamboanga, Inspektur Senior Jose Chiquito Malayo, dan tiga anak buahnya diculik di bawah todongan senjata saat berusaha membujuk sekelompok kecil pemberontak yang terdiri dari 20 orang untuk menyerah di dekat Zamboanga.

"Ketika mencoba untuk meyakinkan mereka, dia dibawa ke dalam tahanan atau disandera. Tapi dia terus meyakinkan mereka sampai akhirnya dia berhasil bebas," kata Menteri Dalam Negeri Filipina Manuel Mar Roxas dan pejabat polisi saat mengadakan jumpa pers kemarin.

Pejabat tidak disebutkan namanya mengatakan Malayo akhirnya kembali muncul sambil membawa 23 pemberontak yang menyerah, seperti dilansir CNN.

Roxas mengatakan para pemberontak menyatakan mereka datang dari sebuah pulau terdekat untuk protes damai di Zamboanga tetapi mundur setelah terjadi baku tembak antara pasukan pemerintah dan rekan-rekan mereka. Dia juga menambahkan polisi akan menyelidiki klaim mereka.

"Yang terpenting di sini adalah dia (Malayo) mampu menjalankan penyerahan sandera," ujar Juru bicara militer Letnan Kolonel Ramon Zagala.

Militer Filipina mengatakan pihaknya telah merebut kembali 70 persen daerah pesisir yang diduduki oleh para pemberontak.

Zagala menyatakan sekitar 64 sandera telah dibebaskan atau melarikan diri selama operasi militer pada Selasa pagi, yang diikuti oleh 14 orang lainnya yang bebas dalam kelompok berbeda. Hal ini telah menjadikan sudah ada sekitar 116 orang yang diselamatkan dalam 18 jam terakhir.

Dia mengatakan lebih dari seratus pejuang MNLF masih menyadera sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya di wilayah kantong tersisa yang mereka kendalikan di lima desa pesisir di Zamboanga.

Hampir 82 ribu penduduk telah melarikan diri dari pertempuran ke beberapa tempat penampungan darurat, termasuk kompleks olahraga utama di kota itu. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP