Kendaraan Tempur AS dan Rusia Tabrakan di Suriah, Militer AS Terluka
Merdeka.com - Anggota militer Amerika Serikat terluka ketika kendaraan tempur mereka bertabrakan dengan kendaraan perang pasukan Rusia yang tengah berpatroli di Dayrick, sebelah utara Suriah, beberapa mil dari perbatasan Turki.
Pasukan AS menumpangi kendaraan anti-ranjau dan sedang meninggalkan daerah konflik untuk meredakan ketegangan di lokasi, kata John Ullyot, juru bicara Gedung Putih, seperti dilansir laman the Washington Post, Kamis (27/8).
"Tindakan tidak profesional dan tidak aman semacam ini adalah bentuk pelanggaran terhadap protokol de-eskalasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Rusia pada Desember 2019," kata Ullyot dalam sebuah pernyataan. Namun penrnyataan itu tidak menyebut berapa banyak tentara AS yang terluka akibat insiden itu.
"Pasukan AS dan koalisi tidak ingin berkonflik dengan militer negara mana pun, tapi pasukan AS selalu punya hak dan kewajiban untuk mempertahankan diri dari tindakan penyerangan."
Video insiden itu direkam oleh pasukan Rusia dan beredar luas di media sosial kemarin. Dalam video itu terlihat kendaraan militer Rusia dan AS memasang bendera masing-masing negara dan melintasi kawasan terbuka. Militer Rusia terlihat mengarahkan kendaraan mereka ke kendaraan pasukan AS dan setidaknya satu helikopter Rusia terbang di dekat insiden itu.
Insiden ini terjadi 10 bulan setelah Presiden AS Donald Trump tiba-tiba menyerukan penarikan mundur pasukan AS dari wilayah sebelah timur laut Suriah seiring Turki yang melancarkan serangan di perbatasan terhadap pasukan Kurdi yang sebelumnya bekerja sama dengan pasukan AS dalam memerangi kelompok militan ISIS.
Mayor Jenderal Kenneth P Ekman dari Angkatan Udara AS yang memimpin operasi melawan ISIS di Irak dan Suriah mengatakan di Pentagon bulan lalu, militer AS dan Rusia selalu berkontak hampir tiap hari. Pasukan Rusia dan AS mempunyai kepentingannya masing-masing dan kepentingan itu tidak selalu sama.
"Tujuan kami, baik di udara maupun di darat, adalah memelihara kondisi agar tidak terjadi konflik antara pasukan Rusia dan koalisi untuk mengurangi kesalahpahaman," kata Ekman. "Ada serangkaian protokol yang kami jalankan untuk melakukan operasi ini."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya