Kembali memanas, Korsel protes rencana Korut uji coba roket
Merdeka.com - Pemerintah Korea Selatan memperingatkan negara tetangganya, Korea Utara untuk menunda meluncurkan satelit roket di perbatasan. Tindakan itu disebut negeri ginseng bisa memicu provokasi keamanan Semenanjung Korea.
Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Min-seok, mengatakan roket apapun yang bakal diluncurkan Korut malah akan menimbulkan perselisihan kembali, sekalipun untuk tujuan damai. "Apapun misil balistik yang diluncurkan Korea Utara merupakan aksi provokasi yang serius," katanya seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa (15/9).
Peringatan ini dikeluarkan sehari setelah Ibu Kota Pyongyang tersebut mengisyaratkan akan melakukan peluncuran roket untuk menandai hari jadi partai tunggal Korut, yang jatuh pada Oktober mendatang.
Pejabat Negeri K-pop ini mengatakan peluncuran roket negara sosialis tertutup itu bertentangan dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). "ini adalah ancaman militer dan jelas melanggar resolusi PBB yang melarang setiap kegiatan menggunakan teknologi rudal balistik," seru Kim.
Sementara itu, Korea Utara menegaskan peluncuran roket yang dimaksud hanya untuk tes rudal mereka saja, tidak ada maksud lain yang memicu perselisihan dua negara tersebut. Kabar yang beredar, Korea Utara akan meluncurkan rudal itu pada 10 Oktober, bertepatan dengan hari jadi ke-70 Partai Buruh Korea (WPK).
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya