Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kematian Thatcher disambut suka cita di Inggris

Kematian Thatcher disambut suka cita di Inggris  Perayaan kematian Margaret Thatcher di Inggris. dailymail.co.uk

Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher kemarin dinyatakan meninggal setelah menderita penyakit stroke. Namun, kematian perempuan yang mendapat julukan 'Si Wanita Besi' ini justru disambut dengan perayaan penuh suka cita serta cacian terhadap dia.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (9/4), perayaan pertama dari beberapa pesta yang rencananya akan digelar di seantero Inggris terkait kematian Thatcher dimulai kemarin malam, di mana lebih dari 200 orang terlihat bersuka ria berkumpul di Distrik Brixton, selatan London.

Saat itu, sekelompok massa terlihat menari conga, minum sampanye hingga mabuk, dan meneriakkan kata-kata, 'Maggie, Maggie, Maggie, mati, mati, mati'.

Spanduk-spanduk yang dibawa oleh sekelompk orang yang kebanyakan sudah mabuk juga tertulis, 'Bersukacitalah Thatcher sudah meninggal'. Padahal, banyak dari antara mereka yang terlalu muda untuk mengingat ketika Thatcher menjabat sebagai perdana menteri.

Suasana perayaan suka cita menyambut kematian Thatcher juga terlihat di Kota Glasgow, Skotlandia. Sementara itu, pesta perayaanrencananyajuga akan digelar di beberapa kota, termasuk Bristol, Liverpool, Newcastle, dan Manchester.

Pesan-pesan yang terbilang pedas juga langsung merebak di Internet beberapa menit setelah kematian Tharcher diumumkan secara resmi.

Saat konferensi Persatuan Mahasiswa Nasional di Kota Sheffield beberapa perwakilan langsung bersorak dan bertepuk tangan ketika diberitahu tentang kematian Thatcher.

Sementara itu, mantan Wali Kota London dan anggota parlemen dari Partai Buruh, Ken Livingstone, mengklaim bahwa hampir semua kesalahan yang menimpa Inggris saat ini merupakan warisan dari Thatcher. "Dia telah menciptakan krisis perumahan dan perbankan akhir-akhir ini."

Musisi legendaris sekaligus mantan vokalis band The Smiths, Morrissey, turut mencaci maki Thatcher dan menyebut dia sebagai barbar dan tidak mempunyai rasa kemanusiaan.

Margaret Thatcher meninggal dalam usianya yang ke 87 tahun. Dia mengalami stroke sejak 2002 dan setelah itu dia beberapa kali mendapat serangan stroke. Dia merupakan seorang politisi yang menjabat sebagai perdana Inggris dengan masa jabatan terlama yakni dari 1979 hingga 1990. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP