Keluarkan gaya busana Korea Utara, majalah ELLE dikecam
Merdeka.com - Majalah Elle asal Prancis menuai kecaman lantaran memperkenalkan edisi busana Gaya Korea Utara. Halaman ini telah dihilangkan dari peredaran sebab dicap tidak sensitif atas selentingan terjadi melibatkan Ibu Kota Pyongyang.
Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Kamis (21/11), Elle bahkan menambah keterangan dramatis soal busana diklaim nuansa Korea Utara seperti bahan seperti tidak dijahit macam tahanan, atau saat mengenakan busana ini bakal merasakan eksekusi sebab menonton drama asing. Pakaian ini juga dikatakan terinspirasi dari mereka dipukuli sampai mati di Negeri Komunis itu.
Tidak pakai waktu lama, saat dilempar ke pasaran edisi majalah memuat busana ini langsung diprotes dan ramai hujatan di jejaring sosial.
Kelompok hak asasi internasional Human Rights Watch mengatakan mereka mengumpulkan cerita kekejaman dan kebrutalan Korea Utara. Hampir sebagian keburukan dunia ada di negara itu seperti penyiksaan, kelaparan anak-anak, pembunuhan secara acak, kerja paksa, dan sebagainya.
Michael Kirby seorang pensiunan hakim di Australia dan kini memimpin persidangan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas kejahatan Korea Utara mengaku selalu menangis mendengar kesaksian atas kekejaman negara itu. Ironisnya ini dijadikan oleh Elle sebagai hal diperlukan penyebarannya oleh industri busana dunia. Padahal dalam sebuah wawancara, editor busana Elle mengatakan, "Kami selalu jujur, cerdas, berani, dan pintar," ujar editor tidak disebutkan namanya itu.
Tidak satu pun mengerti kenapa Elle menjadikan kekejaman Korea Utara menjadi gaya hidup. Namun dengan dihapusnya laman busana itu Elle memperlihatkan itikad baiknya dan meminta maaf jika ada yang tersinggung. (mdk/din)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya