Keluarga Legenda Sepak Bola Iran Ali Daei Diturunkan dari Pesawat
Merdeka.com - Pesepak bola legendaris Iran Ali Daei kemarin mengatakan pesawat yang membawa istri dan putrinya dari Teheran menuju Dubai harus mengubah rute dan keluarganya itu diturunkan. Demikian menurut laporan kantor berita Iran ISNA.
Daei yang merupakan pesepak bola paling terkenal di Iran dan mantan striker di Bundesliga Jerman mengatakan istri dan putrinya berangkat dengan maskapai Mahan Air dari Bandara Imam Khomeini, Teheran kemarin menuju Udbai, Uni Emirat Arab.
Tapi pesawat itu kemudian mengubah rute dan mendarat di Pulau Kish di Teluk dan istri Ali Daei dan putrinya diturunkan dari pesawat, kata laporan IRNA yang dilansir laman Aljazeera, Selasa (27/12).
Daei yang selama ini mendukung gerakan demonstrasi di Iran sejak kematian perempuan bernama Mahsa Amini setelah ditahan polisi moral September lalu, mengatakan dia kini tengah mengurus kepulangan keluarganya itu kembali ke Teheran.
"Istri dan putri saya diturunkan dari pesawat tapi mereka tidak ditangkap," kata Daei seperti dikutip ISNA.
"Kalau mereka dilarang pergi, seharusnya sistem paspor di kepolisian memperlihatkan kebijakan itu. Tapi tidak ada yang menjelaskan pada saya soal ini. Saya tidak tahu apa alasan mereka melakukan itu," kata dia.
"Istri dan anak saya pergi ke Dubai untuk perjalanan beberapa hari lalu pulang," kata dia.
Situs pelacak penerbangan Flightradara24 memperlihatkan penerbangan Mahan Air W563 diubah rutenya ke Pulau Kish sebelum kemudian kembali menuju Dubai dua jam kemudian.
Mengutip kantor pengadilan, IRNA mengatakan "istri Daei sudah berjanji memberitahu institusi terkait sebelaum keputusannya untuk pergi ke luar negeri" setelah dirinya dikaitkan dengan kelompok yang menentang revolusi Iran dan mendukung perusuh serta menyerukan unjuk rasa."
Sejauh ini tidak ada komentar dari pihak maskapai atau otoritas Iran atas kejadian ini.
Kantor berita Tasnim yang dekat dengan Garda Revolusi mengatakan larangan ke luar negeri bagi istri Daei awal bulan ini karena dia menunjukkan dukungan terhadap demonstrasi antipemerintah. Tasnim juga menyebut istri Daei hendak melanggar aturan itu dan tujuan akhirnya adalah Amerika Serikat. Laporan itu tidak menyebut nama istri Daei atau nama putrinya.
Rangkaian unjuk rasa terjadi di Iran setelah kematian gadis 22 tahun berdarah Iran-Kurdi Mahsa Amini di tahanan polisi moral. Dia ditangkap karena tidak memakai hijab.
Pada 27 September Daei menulis di media sosialnya menyerukan agar pemerintah "menangani masalah rakyat Iran ini ketimbang menggunakan tindakan represi, kekerasaan, dan penangkapan."
Oktober lalu Daei mengatakan kepada akntor berita AFP, paspornya disita oleh polisi setelah dia kembali dari luar negeri. Tapi lalu paspornya dikembalikan beberapa hari kemudian.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya