Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kelompok oposisi Suriah buka peluang berdamai dengan Assad

Kelompok oposisi Suriah buka peluang berdamai dengan Assad Demo oposisi Suriah di Turki. ©2014 merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Komite Tinggi Negosiasi (HNC) mewakili kelompok bersenjata oposisi Suriah, telah menerima undangan negosiasi dari utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Staffan de Mistura. Juru Bicara Oposisi Suriah, Salim al-Muslat, mengatakan pihaknya sedang menimbang apakah akan ikut serta dalam perundingan yang digelar di Jenewa, Siwss, tersebut pada minggu ini.

Muslat menjelaskan ada yang harus diklarifikasi dahulu ke PBB terkait undangan tersebut. Jika jawaban memuaskan, kalangan oposisi Presiden Basyar al-Assad ini membuka kemungkinan berdamai.

"Melalui surat balasan yang kami kirim kepada petinggi PBB Staffan de Mistura, akan ada jawaban darinya," kata Muslat dalam sebuah wawancara yang dikutip Stasiun Televisi Al Arabiya, Rabu (27/1).

Menyinggung pertanyan dalam surat itu, Muslat mengatakan bila mereka menyoroti maksud PBB soal pembentukan sebuah 'pemerintahan yang kredibel' jika pihak yang bertikai mau berdamai.

"Kami ingin penjelasan dari hal itu. Apakah pemerintahan kredibel itu diampu sementara oleh otoritas pemerintah? Ataukah mengacu pada model pemerintahan yang diminta oposisi," tanyanya.

Perundingan damai yang difasilitasi PBB dalam bersatunya kembali Suriah mulanya dijadwalkan awal Februari, namun dipercepat menjadi akhir bulan ini. Diketahui, HNC telah secara berulang meminta Pemerintah Suriah dan aliansi untuk menahan bombardir mereka dan menyudahi aksi blokade di area yang mereka kepung, sesuai ketetapan resolusi Dewan Keamanan PBB pada 18 Desember 2015.Perang saudara di Suriah bermula pada 2011. Pemerintahan Assad yang dikuasai faksi Syiah alawite, menindas aksi unjuk rasa para pemeluk Sunni di wilayah utara dan selatan negara itu ketika muncul resesi ekonomi. Kekerasan dan penculikan aktivis oleh Rezim Assad memaksa warga sipil mempersenjatai diri lalu mengobarkan perang saudara.

Kawasan Suriah kemudian menjadi runyam, ketika militan ekstrem seperti Jabhat al-Nusra dan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) ikut berperang. Sudah tidak jelas siapa melawan siapa, karena setiap pihak memiliki agenda masing-masing, kecuali Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) yang bekerja sama dengan HNC menumbangkan pemerintahan Assad, didukung dana dari Amerika Serikat.

Dalam catatan pemantau HAM Suriah (SOHR), jumlah korban tewas karena peperangan selama empat tahun terakhir mencapai 250.124 orang. Di antara jumlah tersebut, sebanyak 74.426 adalah warga sipil.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP