Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kekaisaran judi bola dunia di Singapura

Kekaisaran judi bola dunia di Singapura Cristiano Doni, pemain Liga Italia asal klub Atalanta, terbukti terlibat judi bola. (thefootballphotos.com)

Merdeka.com - Bila seseorang mengikuti judi bola ilegal lewat Internet, sangat mungkin mereka berurusan dengan bandar Singapura. Akibat terkuaknya beberapa skandal di beberapa liga Eropa, khususnya Seri A Italia, rupanya kekaisaran judi bola ada di negara kota itu.

Sekilas tampak mustahil sekelompok bandar berjarak 10 ribu kilometer dari Italia bisa mengacak-acak liga bergengsi itu. Pada kenyataannya, gerombolan diotaki pengusaha bernama Tan Seet Eng ini hanya butuh sekoper uang, koneksi mafia, dan segelintir kurir saja. 

Nama geng Tan Seet Eng muncul ke permukaan setelah pengusaha Singapura, Wilson Raj, ditahan di Finlandia.  Dia didakwa terlibat pengaturan skor di Liga Finlandia, seperti dilansir situs Asia One, Desember tahun lalu.

Dari informasi Raj, polisi dan media massa Eropa mendapatkan nama Tan alias Don Tan cartel alias Dan. Aparat keamanan sudah lama mengendus kegiatan pria 47 tahun ini, namun keterlibatannya tidak bisa dibuktikan.

Kepolisian Internasional (Interpol) akhirnya menemukan data, pria keturunan China yang sehari-hari menjadi investor saham ini memainkan skor pertandingan di pelbagai kompetisi Eropa, seperti Jerman, Turki, dan Hungaria. Tidak hanya liga profesional, pertandingan amatir di Benua Biru itu pun pernah dia atur. 

Tan menjalankan beberapa trik supaya bisnisnya langgeng dan tidak mudah tercium polisi. Salah satu modusnya bepergian ke seluruh Eropa dengan satu koper saja. Isinya uang tunai untuk menyuap atlet dan petugas pertandingan. Sahabat karibnya dedengkot mafia Camora di Kota Napoli, Italia.

Komplotan Tan Seet Eng sekaligus mengincar pemain sepakbola muda. Mereka dibiayai dan diberi hadiah bila mampu mencetak gol atau memenangkan timnya. Kelompok judi ini sekaligus mengupayakan segala cara agar pemain-pemain binaan itu mampu menembus tim utama. Karena berutang budi, saat menanjak senior atau menjadi pemain terkenal, mereka bisa diminta buat mengalah di pertandingan penting.

Meski pengeluaran gerombolan Tan cukup besar buat menyuap atau memberi bonus kepada pemain, pendapatan mereka dari judi Internet tak main-main. Interpol memperkirakan keuntungan bersih bisnis kotor ini USD 90 miliar per tahun atau setara Rp 841,421 triliun, seperti dilansir majalah olahraga Stern, Oktober tahun lalu.

Polisi Italia mengakhiri riwayat kekaisaran judi ini setelah menangkap kurir Tan. Pemain Seri A ternama, seperti Cristiano Doni, dicokok tahun lalu juga ikut bernyanyi. Tersangka pengatur judi bola terbesar sejagat ini tinggal di Distrik Sengkang, Singapura, ini pun tak bisa berkutik.

                (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP