Kedutaan Arab Saudi digeruduk massa, tuntut pelunasan utang Rp 25 M
Merdeka.com - Kedutaan Arab Saudi di Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan H.R Rasuna Said, Kuningan, pada Rabu (7/10) di geruduk demonstran. Demonstran yang jumlahnya mencapai hampir 50 orang ini menuntut pembayaran utang Keduaan Saudi atas proyek instalasi pengamanan seperti CCTV, Cable, metal detector bom, dan lainnya.
Demonstran diketahui berasal dari gabungan vendor project seperti PT Packet System Indonesia, PT Eldante, PT Prakarya Multi Pratama, PT United Transworld Trading, dan PT Bangun Redja Semesta. Mereka menuntut pertanggung jawaban pihak Kedutaan dalam melunasi utang yang nominal totalnya mencapai Rp 25 Miliar.
Menanggapi besarnya utang tersebut, Stephanus Kristiantoko, penanggung jawab dari PT. Packet System mengatakan bila ada oknum yang membuat pelunasan tidak berjalan sesuai prosedur.
"Jadi disini kita Packet System mempunyai kerugian paling banyak dibanding vendor lainnya, jumlah pelunasan yang harus kami terima sebanyak Rp 21 Milyar, yang seharusnya sudah kami terima di awal tahun," tegasnya saat ditemui di sela demonstrasi.
"Ini ada ketidak jelasan, pihak Saudi bilang pelunasan sudah dibayarkan ke PT Nexevi dengan Cosmin Diluca sebagai Direkturnya yang menangani Purchase Order (PO) pihak kami, namun sebaliknya PT Nexevi mengatakan pihak kedutaan yang belum membayarkan sehingga Cosmin tidak dapat melunasi PO kepada kami," sambungnya.
Kendati begitu Kristiantoko berharap atas aksi demo kali ke dua ini mereka bisa mendapat kejelasan yang sejelas-jelasnya, karena demo pertama mereka yang dijanjikan bertemu pihak kedutaan pada Senin kemarin harus kandas lantaran pihak kedutaan masih enggan menemui mereka.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya