Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Pertama Covid-19 di China Kemungkinan Sudah Ada Sejak Oktober 2019

Kasus Pertama Covid-19 di China Kemungkinan Sudah Ada Sejak Oktober 2019 Wabah virus mirip SARS hantui China. ©NICOLAS ASFOURI/AFP

Merdeka.com - Para peneliti dari Universitas California San Diego mengatakan kasus pertama Covid-19 di Provinsi Hubei, China, kemungkinan sudah ada sejak Oktober 2019.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science pekan lalu itu menuturkan, kasus-kasus awal yang terjadi itu sulit untuk dideteksi dan penyakit itu kemungkinan sudah membuat pertahanan yang kuat di tengah populasi manusia sebelum berhasil diidentifikasi.

"Besar kemungkinan Sars-CoV-2 sudah menyebar di Provinsi Hubei dalam kadar yang rendah pada awal November 2019 dan mungkin malah lebih awal lagi di Oktober 2019, tapi bukan sebelum itu," kata peneliti di Universitas California San Diego dalam laporannya, seperti dilansir laman South China Morning Post, Selasa (23/3).

"Ketika Covid-19 pertama kali diidentifikasi, virus itu sudah cukup kuat menyebar di Wuhan. Terjadinya jeda ini memperlihatkan tingkat kesulitan pemantauan jenis pathogen dari hewan yang tingkat penularannya tinggi dan tingkat kematiannya cukup cepat."

Penelitian ini menguji bagaimana virus corona berevolusi berdasarkan sekuens genome dan simulasi epidemiologis.

Penelitian ini juga mengkaji berbagai skenario berbeda, termasuk kemungkinan jenis virus corona yang lebih lemah bisa punah lebih dulu sebelum jenis virus corona yang lebih mematikan mulai menyebar di tengah penduduk Hubei.

Para ilmuwan juga memperhitungkan sejumlah laporan yang masuk tentang kasus-kasus awal yang didokumentasi di Hubei.

Menurut laporan yang dipublikasi di The Lancet pada Februari 2020 oleh sekelompok dokter di Wuhan dan Beijing, pasien pertama yang didokumentasi mengalami gejala pada 1 Desember. Namun dalam jumpa pers pada 11 Januari, komisi kesehatan Wuhan mengatakan gejala dari pasien itu terjadi pada 9 Desember.

Bukan pasien nol

nolRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Berdasarkan rentang waktu the Lancet, para ilmuwan mengatakan kemungkinan terjadinya kasus penularan pertama sekitar 17 November 2019.

Para ilmuwan juga merujuk pada laporan South China Morning Post yang menyebut kasus pertama yang diidentifikasi pemerintah China bisa dilacak hingga ke tanggal 17 November.

Berdasarkan rentang waktu ini, maka kasus di Hubei kemungkinan terjadinya penular pada 4 November. Namun dengan asumsi setidaknya ada satu kasus pertama sebelum 17 November maka terjadinya penularan bisa pada 28 Oktober.

Para ilmuwan kini masih menelusuri asal muasal virus corona dan mencari tahu bagaimana bisa virus itu berpindah dari hewan ke manusia.

Tim penyelidik dari Badan Kesehatan Dunia akan melaporkan hasil temuan mereka setelah mengunjungi Wuhan awal tahun ini untuk menelusuri asal mula virus corona dan bagaimana penyebaran awalnya.

China berkeras tidak ada kasus yang diidentifikasi pada November. Dalam wawancara belum lama ini dengan media pemerintah, Liang Wannian, kepala peneliti China dari tim gabungan penyelidik dengan WHO, gejala awal yang diidentifikasi dari pasien pertama terjadi pada 8 Desember.

Media China melaporkan orang yang diidentifikasi sebagai pasien pertama itu bernama Chen, tapi dia bukan pasien nol.

Penelitian dari San Diego juga mengindikasikan virus corona kemungkinan sudah beberapa kali berpindah dari hewan ke manusia meski banyak variannya yang kemudian mati namun para peneliti juga tidak mengesampingkan kemungkinan ada kasus penularan di luar Hubei.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP