Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Covid-19 Capai 10 Juta di Seluruh Dunia, 500.000 Lebih Meninggal

Kasus Covid-19 Capai 10 Juta di Seluruh Dunia, 500.000 Lebih Meninggal Petugas medis di Italia. ©Paolo Miranda/AFP

Merdeka.com - Lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia meninggal dunia karena pandemi virus corona, berdasarkan data Universitas John Hopkins Amerika Serikat (AS).

Sejak virus muncul pertama kali di China tahun lalu, Universitas John Hopkins mencatat ada lebih dari 10 juta kasus infeksi.

Setengah dari kasus dunia ini tercatat di AS dan Eropa, tapi saat ini Covid-19 dengan cepat meningkat di Amerika.

Virus juga menjangkiti Afrika dan Asia Selatan, di mana diperkirakan tak akan memuncak sampai akhir Juli. Demikian dikutip dari BBC, Senin (29/6).

Wabah masih menyebar di banyak wilayah di dunia, dengan 1 juta kasus tercatat dalam enam hari terakhir.

AS melaporkan total 2,5 juta kasus dan 125.000 kematian, lebih banyak dari sejumlah negara lain.

Negara bagian AS yang mencabut lockdowm dalam beberapa pekan terakhir - terutama di selatan - telah melaporkan peningkatan infeksi baru.

Lonjakan ini telah menyebabkan para pejabat di Texas, Florida dan negara-negara bagian lainnya memperketat kembali pembatasan pembukaan tempat usaha.

Statistik dari beberapa negara menunjukkan orang-orang dari kelompok etnis kulit hitam dan Asia lebih cenderung terkena virus dibandingkan orang kulit putih.

Negara dengan jumlah kasus terbanyak kedua yang tercatat adalah Brasil, dengan total 1,3 juta, dan kematian lebih dari 57.000.

Meskipun ada gelombang infeksi baru, negara bagian Rio de Janeiro mengatakan akan memungkinkan stadion sepak bola dibuka kembali untuk para penggemar mulai 10 Juli - awalnya dengan kapasitas sepertiga.

Pada Minggu, China telah memberlakukan kembali lockdown ketat di dekat Beijing untuk menghentikan wabah baru. Hampir setengah juta orang akan dilarang bepergian masuk dan keluar dari daerah Anxin di Provinsi Hebei.

Di Inggris - negara dengan jumlah kematian terbanyak di Eropa Barat - pemerintah mengatakan dapat memberlakukan lockdown lokal pertama menyusul lonjakan kasus baru di kota Leicester, Inggris.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP