Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasich ikut mundur, Trump bakal capres tunggal Partai Republik

Kasich ikut mundur, Trump bakal capres tunggal Partai Republik Calon tunggal capres partai Republik Donald Trump. ©gawker

Merdeka.com - Gubernur Ohio, John Kasich, menjadi kandidat terakhir yang mundur dari bursa calon presiden Partai Republik. Alhasil, Donald Trump melaju sendirian bahkan sebelum konvensi resmi digelar pada Juli mendatang.

Kasich sejak awal diyakini akan kalah, karena hingga akhir April 2016 baru bisa mengumpulkan dukungan 153 delegasi partai pada pemilu internal. Siapa sangka, justru calon yang lebih kuat seperti Ted Cruz mundur duluan dua hari sebelumnya, karena dikalahkan Trump di Negara Bagian Indiana.

"Saya memutuskan menghentikan kampanye saya sejak hari ini," kata Kasich dalam jumpa pers Rabu (4/5) malam waktu setempat, seperti dilansir BBC.

"Setelah mundur, saya justru semakin yakin Tuhan akan menunjukkan jalan terbaik bagi saya menatap hari depan," imbuhnya.

Kasich selama ini mewakili kalangan moderat di Republik. Namun, dia memang tidak memiliki modal memadai maju menjadi capres.

Ada selentingan Kasich akan dipilih menjadi wakil presiden mewakili Trump. Namun dalam pidato pengunduran diri tadi malam, dia menampiknya. Kasich dua pekan lalu sempat berkolaborasi dengan Cruz untuk menghentikan laju Trump.

persaingan tiga capres partai republik as

Ted Cruz (tengah) dan John Kasich (kanan) mundur ©2016 Merdeka.com

Rencananya, mereka akan saling mengalah di beberapa negara bagian, sehingga dukungan buat sang miliarder agak tersendat. Siapa sangka, justru Kasich dan Cruz kalah di basis dukungan masing-masing saat primary digelar akhir pekan lalu.

Dengan demikian, Trump hampir pasti akan terpilih di konvensi Partai Republik. Walaupun menjadi sosok politikus yang tak populer bahkan di kalangan partainya sendiri, Trump sukses menggaet 1.053 delegasi tanpa bantuan pihak manapun.

Ketika kabar Cruz dan Kasich mundur berurutan, kalangan internal Republik terbelah. Mereka tidak yakin Trump bisa mengalahkan calon Partai terkuat Demokrat, Hillary Clinton. Pengusaha kasino itu diprediksi akan kehilangan dukungan warga keturunan hispanik, kulit hitam, serta muslim. Trump kerap memojokkan kelompok minoritas sebagai biang masalah AS. Sang pengusaha tajir itu juga berulangkali mengungkapkan kebencian terbuka pada China.

"Ketika kita menominasikan sosok seperti Trump, maka partai kita akan hancur. Kita layak mendapatkannya," tulis Senator Lindsay Graham, yang mewakili Negara Bagian South Carolina, lewat Twitter. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP