Kapal pengungsi kembali terbalik, 34 tewas di perairan Yunani
Merdeka.com - Insiden terbaliknya kapal para pengungsi di Laut Aegea, Yunani, kembali terjadi. Setidaknya kemarin (13/9), 34 pencari suaka dinyatakan tewas. Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya adalah bayi dan anak-anak.
Channel News Asia melaporkan kapal kayu kecil yang sebetulnya cuma bisa mengangkut maksimal 30 orang, disesaki nyaris seratusan manusia. Otoritas SAR Yunani berhasil menyelamatkan 68 pengungsi yang terapung di lautan.
Sementara 29 orang lainnya, kebanyakan pria dewasa, berhasil berenang menuju pantai di tepi Pulau Farmakonisi. Dilaporkan masih ada empat balita yang hilang dalam insiden tersebut.
Farmakonsi adalah gerbang utama pengungsi, khususnya asal Suriah, yang berusaha menembus Eropa setelah bermukim di penampungan darurat Turki. Kapal tidak layak ini dipasok oleh jaringan penyelundup manusia yang meminta bayaran besar pada imigran dengan iming-iming diseberangkan ke Yunani.
Organisasi Migran Internasional (IOM) menyatakan perairan Mediterania, khususnya dari Turki menuju Yunani, sebagai yang paling mematikan buat imigran. Diperkirakan 430 ribu orang melewati jalur laut itu sepanjang tahun ini tanpa perlengkapan memadai. Hasilnya, 2.748 tewas dalam upayanya menembus Eropa melewati perairan Yunani.
Perairan ini juga yang membalikkan kapal Aylan Kurdi, bocah tiga tahun asal Suriah mati tenggelam bersama ibu dan kakaknya, setelah kapal mereka terbalik dua pekan lalu. Jasad Aylan yang terdampar di perairan Turki beredar di jejaring sosial, memantik keprihatinan global soal penanganan pengungsi menuju Eropa. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya