Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kanselir Merkel bela Palestina, sindir teori holocaust Netanyahu

Kanselir Merkel bela Palestina, sindir teori holocaust Netanyahu Kanselir Angela Merkel (baju biru) berbuka puasa bersama muslim Jerman. ©AFP PHOTO/POOL/STEFFI LOOS

Merdeka.com - Kanselir Jerman, Angela Merkel, mempertanyakan teori Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebut pembantaian enam juta warga Yahudi pada Perang Dunia II merupakan ide mufti agung Palestina.

Merkel menegaskan sampai sekarang warga Jerman tetap mengaku bersalah atas tragedi kemanusiaan itu. Dia tidak paham mengapa pemimpin Israel itu tidak mengaitkan holocaust dengan kebijakan Partai Sosialis Nasionalis (Nazi) Jerman di masa lalu.

"Saya pikir semua warga Jerman tahu, terjadinya sejarah pembunuhan ras oleh Nazi adalah pemicu Holocaust," kata Merkel seperti dilansir the Independent, Kamis (22/10).

Dua hari lalu, Netanyahu dalam pidatonya di hadapan Kongres Zionis mengatakan Kanselir Adolf Hitler, pimpinan Nazi, memperoleh ide melenyapkan warga Yahudi dari Mufti Yerusalem Haj Amin Al-Husseini.

Tanpa menyebut sumber teorinya, Netanyahu mengklaim Hitler awalnya tidak berniat memusnahkan penduduk dari etnis Yahudi di seantero Eropa, melainkan cuma mengusir mereka dari wilayah Jerman.

pm israel benjamin netanyahu

"Kemudian Haj Amin al-Husseini menemui Hitler dan bilang,'Kalau kamu mengusir Yahudi maka mereka semua akan ke sini (Palestina)," kata Netanyahu.

"Hitler lalu bertanya,' Apa yang harus saya lakukan?' Mufti itu menjawab, Bakar mereka."

Merkel mengatakan pidato Netanyahu tidak akan mengubah kebijakan Jerman dalam mengajarkan sejarah di sekolah-sekolah. Negeri Panzer mengaku akan terus mengingatkan diri sendiri pernah terlibat dalam pembantaian sistematis terburuk era modern.

"Saya tidak melihat ada alasan untuk mengubah pandangan kita tentang sejarah (Holocaust). Kita paham yang bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan saat itu adalah Jerman, artinya kita sendiri," kata kanselir wanita dari Partai Uni Demokratik Kristen ini.

Pidato Netanyahu bahkan dikritik oleh sesama politikus Israel. Pemimpin oposisi Isaac Herzog menulis dalam laman Facebooknya, "Ini penyesatan sejarah yang berbahaya dan saya meminta Netanyahu memperbaikinya segera."

Ikatan Keluarga Korban Holocaust, Yad Vashem, turut mengecam Netanyahu.

"Anda tidak bisa bilang mufti itu yang memberi ide kepada Hitler untuk membunuh atau membakar Yahudi. Itu tidak benar," seperti dikutip dari pernyataan tertulis Yad Vashem.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP