Kandidat Capres AS: Hillary Clinton picu kemunculan ISIS
Merdeka.com - Peserta konvensi calon presiden Partai Republik Amerika Serikat, Jeb Bush, menuding rival politiknya dari Partai Demokrat bertanggung jawab atas kemunculan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Tanggung jawab itu, menurut adik mantan presiden George W. Bush ini harus dipikul Hillary Clinton.
Hillary yang pernah menjadi Menteri Luar Negeri, menurut Jeb Bush, salah perhitungan dengan menarik 5 ribu tentara AS dari Irak pada 2011. Situasi di beberapa kawasan akhirnya memburuk, karena terjadi konflik sektarian yang memunculkan militan Sunni, bertransformasi menjadi ISIS dua tahun berikutnya.
"Terburu-buru keluar dari situasi bahaya sama saja dengan menyorongkan diri kita ke dalam bahaya lainnya," kata Bush saat mengkritik kebijakan Hillary di California, seperti dilaporkan Channel News Asia, Rabu (12/8).
Hillary kini menjadi kandidat terkuat capres Partai Demokrat untuk pilpres 2016. Sedangkan di Partai Republik, Jeb Bush jadi salah satu kandidat yang diramal punya peluang besar mengikuti jejak ayah dan kakaknya menguasai Gedung Putih.
Jeb, yang sempat menjabat Jaksa Agung AS ketika kakaknya berkuasa sepanjang 2000-2008, mengatakan Hillary tidak memberi perhatian khusus kepada situasi Irak. Selama menjabat, istri mantan presiden Bill Clinton itu cuma sekali berkunjung ke Irak.
Alhasil, Negeri Paman Sam terkesan kecolongan melihat kota seperti Mosul ternyata menjadi basis militan yang ingin membentuk khilafah Islamiyah gaya baru.
"Bila saya menjadi presiden, maka tidak ada cara lain kecuali AS menggandeng setiap sekutunya untuk merebut kembali kawasan vital di Irak dari tangan militan," kata Jeb Bush.
Menanggapi serangan dari Jeb, konsultan politik Hillary, Jake Sullivan, menyatakan pernyataan politikus Republikan itu terlalu naif. Justru kondisi politik Irak sangat tidak stabil sejak George W. Bush menginvasi Irak pada 2003.
Kebijakan militer AS selama rezim Bush di Irak lebih condong membela kelompok minoritas Syiah dan Kurdi. Perwira militer serta kubu-kubu Sunni berpengaruh di Irak akhirnya berpaling pada Al Qaidah, membentuk embrio ISIS.
"Jadi bila disebut kini situasi memburuk, tentu tidak lepas dari kebijakan gagal presiden Bush," kata Sullivan. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya