Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

"Kami Takut Tak Punya Kebebasan"

Para demonstran perdamaian Afghanistan tiba di Kabul. Mohammad Ismail/Reuters

Merdeka.com - Amerika berencana "tutup buku" dengan angkat kaki sepenuhnya dari perang melelahkan selama 20 tahun di Afghanistan. Kepergian pasukan Amerika membuat nasib rakyat Afghanistan terombang-ambing dalam ketidakpastian.

Presiden AS Joe Biden Rabu lalu mengumumkan dia akan mengakhiri perang terlama Amerika itu pada 11 September mendatang.

"Kita tidak bisa lagi melanjutkan kehadiran tentara kita di Afghanistan dan berharap bisa menciptakan kondisi yang ideal untuk penarikan mundur dengan hasil yang berbeda," kata Biden, seperti dilansir laman CNN, Kamis (15/4).

Di Ibu Kota Kabul, tak seorang pun bisa membayangkan apa yang akan terjadi.

"Penarikan mundur ini bukan keuntungan bagi kami," kata Muhammad Idris, 31 tahun, yang bekerja di LSM. "Bakal banyak terjadi kekerasan, situasi tidak aman akan meningkat, dan rakyat Afghan akan mulai lagi pergi meninggalkan Afghanistan untuk mencari suaka ke negara lain," kata dia.

Banyak warga Afghan melihat Taliban sudah kian dekat untuk berkuasa tanpa kehadiran pasukan AS. Kelompok ekstremis itu selama ini memerangi pasukan pemerintah dukungan AS dan sudah menguasai wilayah yang cukup luas di pelosok-pelosok.

Pertempuran masih terus berlangsung dan kian meningkat tahun ini meski Taliban sudah mengikuti upaya perundingan damai yang maju-mundur dengan perwakilan pemerintah.

Laporan PBB pada Rabu lalu mengatakan ada peningkatan 29 persen jumlah warga sipil yang tewas dan luka pada tiga bulan pertama 2021 dibanding periode yang sama pada 2020, dengan elemen anti-pemerintah bertanggung jawab atas meningkatnya jumlah korban tewas itu.

Presiden Ashraf Ghani mengatakan dia "menghormati keputusan AS" namun Ketua DPR Afghanistan Mir Rahman Rahmani memperingatkan negara itu bisa tergelincir ke jurang perang saudara. Rakyat Afghan ingin pasukan AS pergi tapi bukan sekarang, kata dia.

"Penarikan mundur pasukan AS ini adalah keinginan rakyat Afghan, tapi pada saat ini, kondisinya belum memungkinkan. Masih ada peluang terjadinya kembali perang saudara dan ini akan mengubah Afghanistan menjadi pusat terorisme internasional," kata Rahmani kepada media Afghan, Tolo News.

Hal serupa diutarakan Fatima Gailani, satu dari empat perempuan yang bernegosiasi dengan Taliban dari pihak pemerintah. "Penarikan mundur tanpa perdamaian yang kokoh di Afghanistan adalah tidak bertanggungjawab," kata dia kepada CNN seraya menambahkan hal yang plaing dia takutkan adalah perang saudara.

Kenangan buruk rezim Taliban

rezim talibanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kebangkitan Taliban juga akan melemahkan upaya keras kaum perempuan Afghan yang sudah meraih banyak kebebasan sejak Taliban digulingkan dari kekuasaan pada 2001. Di bawah kekuasaan Taliban pada 1990-an, perempuan tidak boleh mendapat pendidikan dan tidak boleh bekerja atau meninggalkan rumah tanpa penjaga laki-laki atau muhrimnya.

Fawzia Ahmadi, 42 tahun, saat ini menjadi tenaga pengajar di universitas swasta di Provinsi Balkh, sebelah utara Afghanistan--pekerjaan yang tidak bisa dia bayangkan bagi kaum perempuan ketika Taliban berkuasa pada 1990-an.

"Kita punya banyak kenangan buruk tentang rezim Taliban," kata dia. "Perempuan tidak boleh sekolah dan kami tidak bisa pergi ke pasar sendirian."

Di bawah pemerintahan Afghan saat ini hak perempuan dilindungi, kata Ahmadi, namun kondisi itu terancam berubah.

"Pemahaman Taliban masih sama seperti mereka berkuasa pada 1996," kata dia. "Kami takut tak punya kebebasan."

Salah satu mahasiswa di Kabul punya pendapat berbeda. Dia yakin pemerintahan sipil Afghanistan bisa mencegah Taliban berkuasa.

"Sebagian orang berpikir Afghanistan akan jatuh ke tangan kaum militan setelah Amerika pergi," kata Sayed Shaheer, 20 tahun, mahasiswa di Universitas Kabul.

"Tapi tidak begitu. Kami bisa membangun negeri ini dan meraih perdamaian. Pasukan keamanan kami jauh lebih kuat dari sebelumnya."

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP