"Kami Melihat Kematian di Depan Kami"
Merdeka.com - Kaget dan terkantuk-kantuk, para penumpang diselamatkan dari sebuah kapal feri Yunani-Italia yang terbakar di lepas pantai pulau Corfu. Kapal Euroferry Olympia itu membawa 288 orang. Para penumpang mengungkapkan, mereka merasa lega ternyata masih hidup, walaupun beberapa penumpang takut dengan mata pencaharian mereka setelah kehilangan truk dan kargo.
Lebih dari 24 jam sejak api mulai membakar pada Jumat dini hari, tim SAR masih mencari 12 orang yang hilang, beberapa dari mereka terperangkap di dalam kapal. Sementara itu para petugas pemadam kebakaran berusaha menaklukkan api di kapal yang berjarak beberapa mil dari pulau Corfu.
"Kami melihat kematian di depan kami," kata Danilo Carlucci kepada Reuters di sebuah hotel di Corfu, di mana puluhan penumpang yang diselamatkan, termasuk keluarga dengan anak-anak dan bayi mereka dibawa ke tempat penampungan itu.
Banyak dari penumpang kapal, termasuk Carlucci, merupakan pemilik atau sopir truk yang mengangkut barang, mulai dari gelas plastik sampai karpet, antara Yunani dan Italia atau negara Eropa lainnya.
Perjalanan sembilan jam dari Igoumenitsa, sebuah pelabuhan di Yunani Barat, ke pelabuhan Brindisi di Italia, merupakan bagian rutinitas mingguan mereka.
Salah seorang pemilik truk, Massimo Averna mengatakan, dia sedang tertidur lelap ketika anggota kru menggedor pintu kabinnya jam empat pagi, berteriak kepada para penumpang agar meninggalkan kapal.
"Kami berpakaian dan segera menuju jembatan," kata Averna, dikutip dari Reuters, Minggu (20/2).
Dia menambahkan, ketika dia tiba di dek, dia dan penumpang lain melihat kru kapal berusaha memadamkan api.
Averna naik feri untuk pertama kalinya sejak membeli truk baru seharga 200.000 euro untuk mengangkut pelet termo dari Athena ke Italia. Dia punya fotonya di ponselnya.
Malam mengerikan
Penumpang kapal asal Inggris, David Waller (58), mengatakan dia meninggalkan semua barang-barang pribadnya saat dia bergegas menuju sekoci dalam kegelapan.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi, Anda ada di atas kapal, gelap gulita, jadi Anda tidak tahu Anda di mana. Sangat mengerikan," kata Walter.
"Sungguh malam yang sangat ngeri yang tidak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya," kata penumpang berusia 16 tahun, Valentino Turlakov.
Para penumpang yang selamat berhatap para tim penyelamat bisa menyelamatkan 12 penumpang yang masih hilang. Para penumpang yang hilang ini berasal dari Bulgaria, Yunani, Turki, dan Lithuania.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya