Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kaisar Jepang Akihito ingin turun tahta dalam waktu dekat

Kaisar Jepang Akihito ingin turun tahta dalam waktu dekat Kaisar Jepang Akihito. ©2016 Merdeka.com/reuters

Merdeka.com - Kaisar Jepang Akihito dikabarkan ingin mundur dari tahtanya dalam beberapa tahun mendatang. Keputusan sang raja dilaporkan langsung oleh stasiun televisi NHK, serta beberapa media cetak setempat kemarin.

Akihito tidak memberi penjelasan resmi mengenai alasannya mundur dari posisi simbolis tertinggi negara Jepang. Selama satu dekade terakhir, kaisar 82 tahun itu mengalami gangguan kesehatan, di antaranya adalah kanker prostat serta beberapa kali serangan jantung yang berujung pada operasi khusus.

Kantor berita Kyodo melaporkan, Kamis (14/7), niat Akihito meletakkan tahta sudah disampaikan kepada orang-orang terdekat serta keluarga sejak 2015. Tugas resmi kaisar perlahan-lahan telah didelegasikan kepada Putra Mahkota Naruhito (56).

Jepang mengadopsi sistem demokrasi parlementer yang mempertahankan monarki sebagai simbol negara. Akihito adalah sosok yang berperan mengembalikan moral warga Negeri Matahari Terbit selepas kekalahan dan kejahatan kemanusiaan memalukan para tentara Nippon sepanjang Perang Dunia ke-2.

kaisar jepang akihito

Kaisar Jepang Akihito bersama Permaisuri Michiko (c) 2016 Merdeka.com/AFP

Akihito bersama para perdana menteri, fokus membangun perekonomian Jepang. Selain itu, dia mendukung konstitusi Jepang yang bersifat pasifis pascaperang, membatasi peran militer dalam kehidupan sehari-hari.

Akihito berupaya menghapus warisan ayahnya, Hirohito, yang dulu menyeret Jepang ke dalam fasisme serta kebijakan agresif perang pasifik. Sang kaisar pernah mengaku menyesal atas keputusan Jepang menjajah negara-negara lain di Benua Asia.

"Saya menyesalkan latar belakang perang, serta berdoa tragedi semacam itu tidak terulang lagi di masa depan," ujarnya.

Namun, seandainya serius berniat mundur, Akihito tidak bisa serta merta melakukannya. Miiko Kodama, profesor tata negara dari Universitas Musashi menyatakan UU di Jepang melarang kaisar mundur di tengah jalan. Parlemen harus membahas isu ini lebih dulu, membuat prosesnya berisiko molor lama. Terakhir kali ada kaisar yang turun tahta sebelum meninggal adalah saat Jepang belum mengadopsi sistem demokrasi. Kaisar Kokaku, pada 1817, mundur lantaran ingin anaknya Ninko naik tahta lebih cepat.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP