Kaisar Jepang Akihito akan lengser akhir Maret 2019
Merdeka.com - Kaisar Jepang Akihito kemungkinan akan turun tahta pada akhir Maret 2019. Sementara penggantinya, Putra Mahkota Naruhito diperkirakan akan naik tahta pada bulan April.
"Pemerintah sedang dalam tahap finalisasi jadwal," kata Asahi.
Pada bulan Juni, anggota DPR Jepang mengeluarkan undang-undang yang mengizinkan Kaisar Akihito untuk turun tahta dan pemerintah perlu memastikan rinciannya, termasuk waktu. Juru bicara pemerintah Jepang membantah laporan Asahi.
"Kami tidak mengetahui laporan tersebut dan tidak ada fakta seperti itu," kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam sebuah konferensi pers, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (20/10).
"Kami akan terus berdiskusi dengan tepat dan akan melakukan yang terbaik saat melakukan pelepasan Kaisar agar lancar," kata dia.
Akihito yang berusia 83 tahun pernah mengalami operasi jantung dan pengobatan untuk kanker prostat. Dia mengaku khawatir dengan usianya yang mungkin akan menyulitkannya untuk terus memenuhi tugasnya.
Asahi melaporkan, Akihito akan digantikan oleh Naruhito, 57 tahun, dan sebuah era baru akan dimulai dari 1 April.
Hukum pengunduran diri hanya berlaku untuk Akihito dan bukan untuk kaisar di masa depan, termasuk sebuah resolusi yang diperdebatkan, membiarkan bangsawan perempuan tinggal di keluarga kekaisaran setelah menikah. Namun tidak menyentuh topik kontroversial yang memungkinkan perempuan untuk mewarisi tahta.
Badan Rumah Tangga Kekaisaran juga menginginkan transisi berlangsung pada musim semi 2019, karena banyak acara ritual dijadwalkan untuk keluarga kekaisaran di musim gugur dan musim dingin, kata laporan tersebut.
Akihito, kaisar Jepang pertama yang tidak pernah dianggap ilahi, telah bekerja selama puluhan tahun di rumah dan di luar negeri untuk menenangkan luka Perang Dunia II yang diperjuangkan dengan nama ayahnya Hirohito. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya