Jurnalis perempuan India penentang ekstremis Hindu dibunuh
Merdeka.com - Seorang jurnalis perempuan senior India, Gauri Lankesh (50), ditembak mati orang tak dikenal di luar rumahnya di Bangalore. Polisi menyatakan Lankesh diduga pelakunya tiga orang dan motifnya belum diketahui.
Lankesh merupakan editor surat kabar berbahasa Kannada. Dia kerap mengkritik kalangan ekstremis Hindu. Tahun lalu dia disidang dalam delik pencemaran nama baik, hanya karena menyatakan anggota Partai Bharatiya Janata adalah pencuri. Dia menggugat balik orang-orang yang melaporkannya.
Lankesh kerap mengkritik sistem politik India yang didominasi pemeluk Hindu dan pemisahan individu berdasarkan kasta. Dia berkali-kali menyatakan mendukung ide reformasi struktur masyarakat India supaya lebih terbuka tanpa terhalang oleh kasta.
Organisasi Press Club of India dalam pernyataannya meyakini pembunuhan itu terkait dengan pekerjaan Lankesh. Mereka menyatakan Lankesh adalah jurnalis pemberani yang menyuarakan keadilan, yang dibungkam dengan cara dibunuh.
"Atas nama kebebasan pers, tidak ada toleransi terhadap hal seperti itu," tulis lembaga itu dalam pernyataannya, seperti dilansir dari laman The Guardian, Rabu (6/9).
Dalam catatan lembaga Komite Perlindungan Jurnalis, sudah 27 pewarta dibunuh di India sejak 1992, dan pelakunya tak pernah diseret ke muka hukum. Dua tahun lalu, akademisi dan kritikus bernama Karnataka juga dihabisi oleh orang tak dikenal.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya