Jurnalis National Geographic nyaris tewas ditikam di Gabon
Merdeka.com - Dua wartawan Majalah National Geographic asal Denmark ditikam orang tidak dikenal di Ibu Kota Libreville, Gabon, pada Sabtu kemarin. Sang penyerang beralasan kedua bule korbannya dianggap sebagai simbol pembalasan atas klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Menurut Menteri Pertahanan Gabon, Etienne Massard Makaga, pelaku penikaman adalah seorang lelaki asal Nigeria berusia 53 tahun. Pelaku, kata dia, sudah menetap di Gabon selama hampir dua dasawarsa. Dia melanjutkan, pelaku sempat memekikkan lafaz Takbir sebelum menyerang korbannya, dilansir dari laman Associated Press, Minggu (17/12).
Makaga mengatakan, peristiwa itu terjadi di sebuah pasar cinderamata. Kedua pewarta masing-masing lelaki dan perempuan itu langsung dilarikan ke rumah sakit selepas kejadian. Salah satunya dikabarkan mengalami luka serius.
"Yang lelaki dioperasi dan dirawat di ruang perawatan intensif," kata juru bicara pemerintah Gabon, Alain Claude Bilie By Nze.
Insiden itu adalah yang pertama kalinya terjadi di Gabon, yang selama ini penduduknya selalu rukun walau berbeda agama.
"Pelakunya langsung ditangkap. Dia mengatakan aksinya sebagai balasan atas klaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh Amerika Serikat," kata Makaga. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya