Joe Biden Sebut Donald Trump Tak Perlu Lagi Diberikan Arahan Intelijen
Merdeka.com - Presiden AS, Joe Biden menyampaikan pada Jumat, pendahulunya Donald Trump “tidak perlu” lagi mendapatkan arahan rahasia dari intelijen.
“Apa untungnya memberikan dia arahan intelijen? Apa dampaknya bagi dia, selain fakta bahwa dia bisa jadi keliru dan mengatakan sesuatu?” ujar Biden kepada wartawan saat wawancara televisi, dikutip dari Al Arabiya, Minggu (7/2).
“Saya hanya berpikir tak perlu baginya mendapatkan arahan intelijen,” lanjutnya.
Menurut tradisi, mantan presiden tetap diberikan arahan intelijen, tapi presiden yang sedang menjabat mempunyai kewenangan untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
Trump satu-satunya mantan presiden AS yang tak menghadiri pelantikan presiden baru, menyaksikan penggantinya disumpah.
Sekitar sepekan sebelum pelantikan Biden, pendukung Trump menyerbu Gedung Parlemen AS atau US Capitol pada 6 Januari. Mereka menolak kemenangan Biden.
Trump kini tengah menghadapi sidang pemakzulan setelah Kongres memakzulkannya untuk yang kedua kali. Dasar pemakzulan adalah menghasut pendukungnya untuk menyerbu Capitol.Tetapi Biden merujuk pada “perilaku aneh yang tidak terkait dengan pemberontakan” Trump sebagai alasan yang cukup untuk menghentikannya mendapatkan arahan intelijen.
Ditanya tentang kemungkinan menghentikan arahan intelijen untuk Trump ini, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan hal itu sedang dikaji.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya