Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jepang dan Yordania desak penyelidikan penggunaan senjata kimia di Suriah

Jepang dan Yordania desak penyelidikan penggunaan senjata kimia di Suriah Anggota tim investigasi PBB yang mengambil sampel di dekat lokasi serangan senjata kimia di Suriah p. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dugaan serangan gas di Suriah telah memicu berbagai komentar dari sejumlah negara. Pemerintah Jepang sangat prihatin dengan laporan bahwa senjata kimia diduga digunakan dalam serangan udara dekat Ibu Kota Suriah, Damaskus di Ghouta Timur, yang merenggut banyak nyawa banyak warga sipil.

Sekretaris Pers Asing Jepang Norio Maruyama menegaskan bahwa penggunaan senjata kimia tidak diperbolehkan dalam keadaan apa pun. Pemerintah Jepang sangat mengutuk tindakan ini jika benar adanya penggunaan senjata kimia di sana.

"Pemerintah Jepang menyerukan kepada negara dan organisasi terkait untuk segera menyelidiki situasi ini. Pemerintah Jepang bermaksud untuk berkoordinasi dengan masyarakat internasional untuk menghentikan semua kekerasan ini," katanya, seperti dikutip dari Kantor Berita Arab Saudi (SPA), Selasa (10/4).

Selain itu, Yordania juga mengutuk dan menyerukan penyelidikan serta dukungan dari masyarakat internasional.

Menteri Negara Urusan Media dan juru bicara pemerintah Mohammad Momani mengatakan, mendukung adanya penyelidikan menyeluruh terhadap serangan ini, dan harus ada sanksi internasional jika ditemukan pelakunya.

Momani menegaskan kembali posisi Yordania bahwa konflik Suriah harus diselesaikan secara politik untuk menyelamatkan negara dan orang-orang di sana. Perlu ada negosiasi untuk mengakhiri konflik berkepanjangan dan mencapai solusi politik yang melindungi persatuan negara dan mencegah kehancuran serta pertumpahan darah.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP