Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jenderal Rusia bantah tewas dibunuh oposisi Suriah

Jenderal Rusia bantah tewas dibunuh oposisi Suriah Jenderal Vladimir Kuzheyev. Kemarin dia mengadakan jumpa pers di gedung Kementerian Pertahanan Rusia membantah dia tewas dibunuh pejuang oposisi Suriah (www.english.alarabiya.net)

Merdeka.com - Jenderal Vladimir Kuzheyev, petinggi militer asal Rusia membantah dirinya tewas ditembak pejuang oposisi Suriah di Ibu Kota Damaskus. Kemarin dia mengadakan jumpa pers di gedung Kementerian Pertahanan di Ibu Kota Moskow buat mengklarifikasi kabar itu.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (9/8), menurut Kuzheyev kabar tentang kematiannya tidak hanya hasutan bagi dirinya, tapi juga buat Rusia. "Saya berterima kasih kepada media massa telah memberikan perhatian besar kepada diri saya," kata Kuzheyev. Rekaman konferensi pers itu diunggah di situs kementerian pertahanan dan diputar di stasiun televisi pemerintah.

Kemarin, Tentara Pembebasan Suriah (FSA) Komando Daerah Militer Damaskus mengunggah rekaman video di situs Youtube menyatakan berhasil menewaskan penasehat militer menteri pertahanan Suriah asal Rusia Jenderal Vladimir Khodzhev dan penerjemahnya, Ahmad Aiq. Operasi itu dilancarkan oleh Brigade Barat Ghota.

Di dalam video itu ditampilkan sebuah paspor dengan foto dinyatakan milik petinggi militer Negeri Beruang Merah itu dinyatakan wafat dalam serangan pejuang oposisi. "Ini membuktikan keterlibatan Rusia dalam kejahatan kemanusiaan terhadap warga dan bangsa kami," kata salah satu komandan pejuang oposisi tidak diketahui namanya dalam rekaman itu. FSA memperingatkan Rusia, Iran, Irak, dan Libanon mendukung rezim Basyar al-Assad kembali ke negara mereka.

Hingga saat ini pertempuran darat antara tentara pemerintah Rusia dan pejuang oposisi masih berlangsung di Kota Aleppo, Suriah. Sepekan sebelumnya, kota terbesar dan daerah tujuan wisata itu digempur artileri dan pesawat udara guna memukul mundur kaum pemberontak.

Kemarin, kedua belah pihak saling klaim berhasil menguasai Kota Aleppo. Sejak perang saudara itu berkecamuk Maret tahun lalu, diperkirakan 20 ribu orang tewas dan lebih dari sejuta warga sipil mengungsi.

Pekan depan, seluruh anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) bakal bertemu di Mekah, Arab Saudi. Salah satu tujuan digelarnya pertemuan itu membahas solusi buat mengakhiri konflik Suriah. Saat ini, Iran tengah mengadakan kegiatan serupa di Ibu Kota Teheran bersama sekitar selusin negara dari Asia, Amerika Latin, dan Afrika.

Rusia selam ini dikenal sebagai sekutu Suriah. Negara itu adalah pemasok tunggal alat utama sistem persenjataan bagi rezim Assad.

Sebagian besar negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam sikap Rusia, China, dan Iran dianggap sebagai penyokong kekuasaan Presiden Basyar al-Assad.

Rusia dan China bahkan tiga kali memveto resolusi Dewan Keamanan buat menghentikan perang saudara di Suriah. Alhasil, negara-negara mayoritas Barat tergabung dalam forum Friends of Syria murka atas sikap kedua negara itu. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP