Jelang Pemilu AS, Sejumlah Pemilih Hadapi Beragam Intimidasi
Merdeka.com - Ketika pemilih Amerika bersiap menuju TPS pada 3 November, ancaman tekanan dan intimidasi dibagikan secara meluas di media sosial. Tahun ini, para pemilih menghadapi ancaman mobilisasi milisi, kampanye luar ruang dekat TPS, dan penutupan jalan raya oleh mobil berbendera.
Pemantau France 24 berbicara dengan Wakil Presiden Eksekutif Komite Pengacara untuk Hak Sipil Berdasarkan Hukum, Damon Hewitt, membahas ancaman utama untuk pemilihan yang adil di AS tahun ini.
Komite Pengacara mengelola hotline 866-OUR-VOTE, hotline pemilih non partisan terbesar di AS. Sejak Juli, mereka telah menerima lebih dari 100.000 panggilan, dua kali lebih banyak dari tahun pemilihan sebelumnya.
Hewitt memperkirakan peningkatan ini karena adanya perubahan prosedur pemilihan selama pandemi Covid-19.
"Kami melihat banyak panggilan yang berkaitan dengan kebingungan tentang absensi atau pemungutan suara melalui surat, karena peraturan berubah. Ada litigasi yang sedang berlangsung oleh orang-orang yang ingin membatasi demokrasi dengan membatasi berapa banyak orang yang dapat memilih, atau apa pilihan mereka untuk memilih, atau bagaimana mereka dapat menyerahkan surat suara mereka. Kami juga menerima telepon tentang kemungkinan kasus intimidasi pemilih, di mana orang-orang yang memiliki senapan panjang di tempat pemungutan suara, atau kehadiran polisi yang tidak pantas dalam beberapa kasus," jelasnya, seperti dikutip dari France 24, Selasa (3/11).
Intimidasi di Texas
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAkhir pekan sebelum Hari Pemilihan di AS ditandai dengan mobilisasi pendukung capres petahana Donald Trump. Konvoi jalan raya terlihat di sejumlah kota.
Di Texas, pendukung Trump menggunakan kendaraan mereka mengelilingi bus kampanye capres Demokrat Joe Biden pada 31 Oktober. Tim kampanye Biden melaporkan konvoi itu mencoba memperlambat bus dan meminggirkannya dari jalan raya. Klaim ini sedang diselidiki FBI.
Video konvoi dibagikan meluas di dunia maya, dengan banyak pendukung Trump menuding bus itu berusaha agar kendaraan di jalan tersebut minggir.
Pada 1 November, jalan raya di New York and New Jersey ditutup oleh rombongan kendaraan yang dihiasi bendera by “Trump 2020”.
Pada 20 Oktober, seorang polisi Miami didisiplinkan karena mengenakan masker "Trump 2020" ke TPS memakai seragam.
Sementara itu, beberapa laporan intimidasi muncul setelah Trump meminta para pendukungnya untuk mengawasi TPS.
Menurut Hewitt, tindakan tersebut bisa berdampak pada pemilih meski tidak berada langsung di sekitar TPS.
"Bagi pemilih, melihat kehadiran semacam itu dalam perjalanan ke TPS, tentu bisa mengintimidasi. Ini membuat Anda merasa seseorang memperhatikan Anda dan mereka menandai siapa Anda. Kami telah mendengar contoh-contoh selama pemungutan suara awal dari orang-orang yang mengatakan bahwa ada seseorang di TPs yang menulis catatan tentang setiap gerakan mereka, bahkan mungkin mengambil foto atau merekam video. Dan itu, tentu saja, membuat orang tidak nyaman, bahwa mereka akan diserang," jelasnya.
Satu kelompok milisi sayap kanan yang dikenal sebagai Penjaga Sumpah telah berjanji untuk "melindungi Trump" di TPS pada hari pencoblosan. Di Florida, laporan pendukung Trump bersenjata di dekat TPS juga memicu kekhawatiran.
Kelompok milisi telah ada sejak lama, tetapi tahun ini, lebih dari tahun-tahun lainnya, aktivitas mereka sendiri meningkat sehubungan dengan pemilihan.
Menurut Hewitt, taktik intimidasi pemilih seperti ini sebenarnya bisa berlawanan dengan efek yang diinginkan:
"Kami tahu (di AS) bahwa intimidasi pemilih dan pencabutan hak pemilih bukanlah hal baru. Ini sudah berlangsung lama," jelasnya.
"Bagian dari pemilih yang kemungkinan besar menghadapi taktik intimidasi juga merupakan bagian dari pemilih yang mungkin paling termotivasi untuk memberikan suara. Apa yang menurut kami akan menjadi efek dari taktik intimidasi ini bukanlah untuk memadamkan suara, tetapi sebenarnya memiliki efek yang berbeda, untuk benar-benar meningkatkan keterlibatan pemilih, partisipasi pemilih dan pemberian suara yang sebenarnya. Itulah yang kami harapkan," pungkasnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya