Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jawaban keras Netanyahu untuk Erdogan yang sebut Israel negara teroris

Jawaban keras Netanyahu untuk Erdogan yang sebut Israel negara teroris Netanyahu. ©AFP PHOTO/GALI TIBBON

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, geram dengan pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyebut Israel sebagai negara teroris. Menurutnya, Erdogan tidak pantas mengoreksi moralnya karena pria tersebut melakukan hal lebih buruk dari dirinya.

"Erdogan telah menjelek-jelekkan Israel. Saya tidak terbiasa menerima ceramah tentang moralitas dari seorang pemimpin yang membom desa Kurdi di negara asalnya Turki, memenjarakan wartawan, membantu Iran mengatasi sanksi internasional, membantu teroris di Gaza, serta membunuh orang tak bersalah," kata Netanyahu dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, dikutip dari laman Haaretz, Senin (11/12).

Selain menggelar konferensi pers, pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu juga digunakan oleh Netanyahu dan Macron untuk membahas berbagai topik khususnya mengenai masalah di Timur Tengah. Keduanya membicarakan penguatan Iran di Suriah, pengumuman status Yerusalem oleh Presiden AS Donald Trump, dan kesepakatan nuklir internasional dengan Iran.

Mengenai Yerusalem, Netanyahu menegaskan kepada Macron bahwa pernyataan Trump dinilai sangat penting demi membangun perdamaian. Sebab menurut dia, hal itu akan membawa warga Palestina ke kenyataan.

"Fantasi penduduk Palestina bahwa Yerusalem akan diinternasionalkan merupakan salah satu hambatan utama bagi perdamaian antara kedua negara," cetusnya.

Sebelumnya, Erdogan menyebut pasukan Israel sebagai teroris dan mengecam pengakuan Trump terkait status Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Kami tidak akan menyerahkan Yerusalem ke sebuah negara yang tidak memiliki belas kasih dalam membunuh anak-anak. Israel tidak memiliki prestasi apapun selain pendudukan dan penjarahan terhadap Palestina," tegas Erdogan.

Sementara itu, seorang sumber di keperesidenan Turki mengungkapkan bahwa Erdogan melakukan panggilan telepon kepada Macron untuk membahas tentang masalah tersebut. Kedua pemimpin negara menyuarakan kekhawatiran yang sama terkait persoalan status Yerusalem.

Bahkan, keduanya sepakat untuk bekerja sama dalam meyakinkan AS mempertimbangkan kembali keputusan yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Kami akan melanjutkan usaha diplomatik untuk membalikan pengumuman Trump yang tidak sah itu," ungkap Erdogan.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP