Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jasad Pria Amerika Dalam Freezer Tersimpan Selama 10 Tahun di Rumah Istrinya

Jasad Pria Amerika Dalam Freezer Tersimpan Selama 10 Tahun di Rumah Istrinya Rumah dimana mayat Paul Souron-Mathers ditemukan dalam freezer.. ©2019/CNN via The Independent

Merdeka.com - Jasad seorang pria ditemukan terbaring dalam sebuah freezer di rumah istrinya yang tersimpan selama satu dekade atau sekitar 10 tahun, meninggalkan sebuah surat yang menyatakan istrinya tidak membunuhnya.

Surat tersebut, ditandatangani oleh seorang pengacara dan menjadi dasar pencabutan laporan dugaan keterlibatan Jeanne Souron-Mathers terkait kematian pria tersebut, ditemukan hanya setelah istrinya Jeanne meninggal bulan lalu.

Polisi telah memeriksa rumah pasangan itu di Tooele, Utah, Amerika Serikat sebagai TKP, tetapi disebutkan bahwa Paul Mathers memiliki penyakit parah.

Detektif menginvestigasi kemungkinan gaji bulanan Paul Mathers dari pemerintah masih dikirim ke Jeanne setelah kematian Paul Mathers pada 2009 lalu, lapor CNN dilansir dari The Independent, Sabtu (21/12).

Sersan Polisi Jeremy Hansen mengatakan para penyelidik sedang menunggu catatan keuangan dari Departemen Urusan Veteran (VA) dan Jaminan Sosial untuk menjelaskan teori mereka. Hansen mengatakan, pembayaran VA diperkirakan USD 177.000.

Paul Mathers, diyakini meninggal antara 4 Februari dan 8 Maret 2009, pernah dirawat di pusat medis Urusan Veteran setempat. Tak ada laporan yang menyatakan kematiannya janggal.

Detektif melacak pengacara, yang mengatakan dia tidak membaca surat itu, tetapi hanya menandatanganinya, kata Sersan Hansen.

Jeanne Souron-Mathers (75) yang meninggal karena sakit, kata Sersan Hansen, telah berhenti menjalani perawatan dialisis awal tahun ini.

Evan Kline, seorang tetangga, mengatakan: Jeanne adalah orang yang baik, sangat ramah. Dia mengatakan bahwa suaminya meninggalkannya," jelasnya.

Tetangga lain mengatakan curiga Jeanne menyembunyikan mayat suaminya sehingga dia tidak harus memberi tahu jaminan sosial bahwa dia telah meninggal.

"Itu menyeramkan. Saya tidak ingin tinggal di apartemen bersama suami saya yang sudah meninggal atau istri yang sudah meninggal," katanya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP