Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jaringan Al-Qaidah di Suriah bernama ISIS

Jaringan Al-Qaidah di Suriah bernama ISIS Pemberontak ISIS di Suriah. ©scotsman.com

Merdeka.com - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) merupakan kelompok jihadis pro Al-Qaidah yang ikut berperang di Suriah dan menguasai sebagian wilayah di sana.

Kelompok ini dibentuk pada April tahun lalu dan terus berkembang di seluruh jaringan Al-Qaidah di Irak. Mereka menjadi salah satu kelompok pemberontak melawan rezim Basyar al-Assad di Suriah.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (18/2), meski jumlah anggota mereka belum diketahui pasti namun diperkirakan mereka mempunyai ribuan anggota, termasuk kaum jihadis dari luar negeri.

Para pengamat mengatakan pentolan-pentolan ISIS bukan berasal dari Suriah. Kelompok ini beraksi sendiri dan bukan bagian dari kelompok pemberontak seperti Barisan Nusra. Mereka juga kerap bertentangan dengan kelompok pemberontak lain.

Pada Maret tahun lalu mereka berhasil menguasai Kota Raqqa, salah satu ibu kota provinsi pertama dikuasai pemberontak.

ISIS dilaporkan juga muncul di sejumlah kota di sebelah utara Suriah di perbatasan Turki. Reputasi mereka terkenal dengan kekejaman dan kebrutalannya. Juli tahun lalu salah satu komandan kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang selama ini didukung negara Barat, ditembak mati oleh anggota ISIS di Provinsi Lattakia.

Kelompok ISIS juga dilaporkan berperang melawan FSA dan mereka berhasil menguasai Kota Azaz di Provinsi Idlib, sebelah utara Suriah, dari tangan FSA pada September lalu.

Pada November lalu ISIS dituding menjadi dalang terbunuhnya anggota kelompok pemberontak Ahrar al-Sham.

Dalam kabar teranyar di Suriah, ISIS dilaporkan mengalami kekalahan dalam perang dua hari melawan sejumlah pemberontak lain yang bersekutu di Kota Aleppo dan di Provinsi Idlib.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP