Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jarang Terjadi, Pria Korsel Membelot ke Korea Utara

Jarang Terjadi, Pria Korsel Membelot ke Korea Utara Choe In-guk. ©AFP/Yonhap

Merdeka.com - Choe In-guk, 72 tahun, tiba di Ibu Kota Pyongyang, Korea Utara, Sabtu lalu. Dalam sebuah video yang dipublikasikan media Korut, pria itu mengumumkan dirinya akan tinggal di Korut, mengikuti jejak kedua orangtuanya yang sudah membelot lebih dulu pada 1986.

Ayahnya, Choe Dok-shin, adalah mantan Menteri Luar Negeri Korea Selatan yang beremigrasi ke AS pada tahun 1986 bersama istrinya, Ryu Mi-yong, karena perselisihan politik dengan Presiden Korea Selatan saat itu, Park Chung-hee. Demikian menurut situs propaganda Korea Utara Uriminzokkiri seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (9/7).

Mereka membelot ke Korea Utara satu dekade kemudian, meninggalkan dua putra dan tiga putri.

Choe Dok-shin meninggal tiga tahun kemudian, sementara Ryu melanjutkan perannya memegang posisi penting di Korea Utara, termasuk keanggotaan presidium parlemen negara dan ketua partai politik kecil yang dikendalikan oleh Workers’ party atau Partai Pekerja Korea Utara.

Ryu meninggal pada 2016 di usia 95 tahun. Upacara pemakaman umum digelar untuknya yang dimakamkan bersanding dengan sang suami di Patriotic Martyrs' Cemetery di Pyongyang.

Kedatangan Choe In-guk di Pyongyang pada akhir pekan adalah kudeta propaganda kecil untuk Korea Utara, karena Korea Utara berjuang dengan sanksi internasional atas program nuklir dan misilnya.

Rezim itu diperkirakan menggunakan pembelotannya untuk mengklaim bahwa kehidupan di Korea Utara lebih baik daripada di sisi selatan perbatasan yang dijaga ketat, yang telah memisahkan negara-negara itu selama lebih dari 65 tahun.

Situs Uriminzokkiri menerbitkan gambar Choe yang berusia 73 tahun menerima bunga pada saat kedatangannya di Bandara Internasional Pyongyang pada Sabtu 6 Juli waktu setempat.

"Saya berterimakasih bisa tinggal dan mengikuti Korea Utara, sebagai jalan untuk melindungi wasiat yang ditinggalkan oleh orangtua saya. Jadi saya memutuskan untuk tinggal secara permanen di Korea Utara, meskipun terlambat," jelas Choe menurut situs web itu.

Kementerian unifikasi Korea Selatan mengatakan Choe tidak diberikan izin khusus untuk melakukan kunjungan terbarunya ke Korea Utara. Kendati demikian dia diketahui telah melakukan selusin perjalanan di sana sejak 2001, termasuk untuk menghadiri pemakaman sang ibu.

Media Korea Selatan mengatakan dia terbang ke Pyongyang melalui Beijing dengan visa yang dikeluarkan pemerintah Korea Utara.

Lebih dari 30.000 warga Korea Utara telah melarikan diri dari kemiskinan, kelaparan, dan penindasan politik ke Korea Selatan sejak akhir perang Korea 1950-53.

Namun, tidak sedikit di antara mereka yang mengatakan ingi kembali ke kampung halaman di Korea Utara, karena benturan budaya dan ketidakmampuan bersaing dalam mencari sumber penghidupan.

Reporter: Tanti Yulianingsih

Sumber: Liputan6.com

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP