Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

James Holmes, si "Joker" bakal diadili besok

James Holmes, si James Eagen Holmes, (24 tahun), pelaku penembakan dalam gedung Bioskop Century, Wilayah Aurora, Kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat. Besok dia bakal menjalani persidangan pertama. (Reuters/ University of Colorado)

Merdeka.com - James Eagan Holmes, pelaku penembakan di dalam bioskop Century, Wilayah Aurora, Kota Denver, Negara Bagian Colorado Amerika Serikat, bakal menjalani persidangan pertama besok. Pernyataan itu dilontarkan oleh Sheriff County Arapahoe Grayson Robinson.

BBC melaporkan, Ahad (22/7), Holmes kini ditahan di sebuah tempat rahasia di demi keamanan dia sebelum diajukan ke persidangan. "Kami biasa melakukan hal ini terhadap para kriminal kelas kakap. Tidak ada maksud lain," kata Robinson. Dia dijadwalkan dihadapkan ke depan meja hijau Senin, (23/7), pukul 09.30 waktu setempat.

Aksi Holmes sebelumnya membuat geger. Pria berusia 24 tahun ini nekat melakukan aksi keji dengan menembaki penonton dalam gedung bioskop yang memutar film terbaru Batman : The Dark Knight Rises di Wilayah Aurora, Kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat. Holmes mengaku sebagai 'Joker', atau musuh bebuyutan Batman.

Holmes melepaskan tembakan membabi-buta. Dia membawa senapan serbu AR-15 dan Remington 870, serta dua pistol Glock. Holmes juga berpakaian layaknya pasukan antiteror dengan rompi antipeluru dan penutup muka berwarna hitam.

Aksi brutal Holmes menewaskan 12 orang dan melukai 59 lainnya. Kebanyakan korban luka parah dan kritis, Jumat (20/7). Ratusan polisi dikerahkan untuk menghentikan peristiwa berdarah itu. Tercatat tiga warga Indonesia turut menjadi korban penembakan itu.

Selama ini Holmes dikenal sebagai pribadi cerdas dan santun. Menurut salah satu tetangganya, pemuda itu memang pendiam dan tidak pernah terlibat tindakan kriminal. Dia hanya punya satu catatan pelanggaran hukum, yakni ditilang lantaran ngebut di jalanan Oktober tahun lalu.

Holmes berasal dari keluarga kelas menengah yang cukup dikenal karena aktif di kegiatan amal. Ayahnya bekerja di perusahaan perangkat lunak dan ibunya berprofesi sebagai perawat.

Dia saat ini tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana ilmu syaraf di Universitas Colorado. Sebelum kuliah, tersangka aktif bermain sepakbola dan seorang pelari lintas alam semasa sekolah menengah.

Keluarga Holmes hingga saat ini menolak wawancara media dan mengaku terpukul anak mereka menjadi pelaku penembakan massal terparah di Amerika dalam lima tahun terakhir itu. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP