Jalinan Cinta dan Takdir, Pasangan Lansia China Menikah Setelah Terpisah 60 Tahun
Merdeka.com - Sepasang teman masa kecil yang terpisah lebih dari 60 tahun akhirnya menikah di usia lanjut. Pasangan yang tidak diketahui namanya itu menikah tidak lama setelah mereka saling bertemu dalam pesta makan malam pada 2019.
Meski mereka tidak berhubungan lebih dari 6 dasawarsa, namun mereka memutuskan untuk menikah pada 2020 lalu ketika mereka masih berusia 94 tahun. Kini mereka tinggal bersama di sebuah panti jompo di Kota Shanghai, China.
Takdir bagaikan menetapkan mereka untuk bersatu. Bagaimana tidak, kedua pasangan itu lahir hanya selisih beberapa jam saja di hari dan tahun yang sama, yaitu 1926. Bahkan kedua ayah pasangan itu menjalankan usaha studio foto bersama di Kota Shandong, China timur. Pecahnya Perang China – Jepang pada 1937 tidak memisahkan mereka.
Namun beberapa tahun kemudian, kedua pasangan itu tidak lagi berhubungan karena keluarga sang wanita harus pindah ke provinsi lain. Hingga 2019, kedua teman masa kecil itu bertemu kembali.
Saat itu, sang prialah yang menyadari jika wanita yang ditemuinya dalam pesta makan malam adalah teman perempuan masa kecilnya. Dia pun meminta alamat rumah wanita itu meski awalnya sang wanita tidak mengenali pria itu.
Namun tidak lama, sang wanita mengenali siapa pria itu. Kedua pria dan wanita itu akhirnya senang dapat berjumpa kembali.
“Kami berdua sangat senang bertemu satu sama lain. Kami berdua janda (duda) dan dia ingin mencari pasangan. Jadi saya mengatakan kepadanya bahwa dia dapat memiliki saya,” jelas pria itu, seperti dilansir South China Morning Post, Rabu (12/10).
“Sudah takdir bagi kita untuk bertemu satu sama lain lagi. Nasib yang tak terduga,” jelasnya.
Sang wanita mengungkap di umur saat ini, mereka hanya memusatkan untuk saling merawat satu sama lain.
“Ini tidak seperti cinta anak muda di antara kita. Saling menjaga dan merawat satu sama lain,” kata wanita itu.
Pernikahan pasangan yang sudah lanjut usia itu bahkan didukung oleh pengguna media sosial.
“Ini adalah akhir yang baik untuk sebuah kehidupan. Mereka sangat beruntung,” tulis satu orang di Weibo.
Sebelumnya Kota Shanghai adalah salah satu kota di China yang memiliki tingkat perkembangan penduduk lanjut usia yang tinggi.
Pada akhir 2021, data pemerintah menjelaskan 1 dari 3 penduduk terdaftar di Shanghai berusia 60 tahun ke atas. Populasi terdaftar di Shanghai sendiri adalah 15 juta meski total penduduk kota itu adalah 25 juta.
Data tahun 2019 mengungkap sekitar 317,400 penduduk lanjut usia di Shanghai tinggal sendirian.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya