Jalannya Pertempuran, Rusia Serang Ukraina
Merdeka.com - "Semua keputusan yang relevan telah diambil. Saya harap anda mendengar saya."
Demikian peringatan Presiden Rusia Vladimir Putin bagi negara lain yang coba ikut campur.
Putin mengimbau negara lain berpikir ulang jika mau ikut campur antara Rusia dan Ukraina. Sebab, dengan sekejap, negara tersebut akan menerima konsekuensinya. Tidak berapa lama usai ia mengumumkan akan melakukan operasi militer khusus ke Ukraina, ledakan keras terdengar di Kyiv, Odesa, Kharkiv dan Donbass.
Perang telah dimulai. Rusia melancarkan agresi militer besar-besaran ke Ukraina, negara pecahan Uni Soviet.
Pukul 06.00 waktu Moskow, serangan rudal Rusia mulai diluncurkan ke Ukraina. Layanan perbatasan Ukraina melaporkan perbatasannya dengan Rusia dan Belarusia diserang.
Dua jam kemudian, pasukan militer darat Rusia merangsek masuk Ukraina. Dalam agresinya, Putin klaim hanya akan menyasar basis-basis militer sebagai target. Bukan kota biasa di Ukraina maupun warga sipil.
Pun ia klaim menduduki Ukraina bukanlah misi utama. Putin hanya kesal, lantaran Amerika Serikat dan sekutunya tidak memenuhi permintaan Rusia untuk mencegah Ukraina bergabung ke NATO.
Situasi kian memanas setelah Putin mengakui dua wilayah separatis Luhansk dan Donetsk.
Hal itu direspons Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan memberlakukan darurat militer nasional, memutus diplomatik dengan Rusia dan mengumumkan mobilisasi umum.
Ukraina menyatakan bahwa Rusia menyerang negaranya dari tiga sisi, yaitu dari perbatasan di timur, Belarus di utara, dan Crimea yang terletak di selatan negara tersebut.
Alhasil, serangan balik dilancarkan Ukraina. Komando Pasukan Gabungan Ukraina klaim telah menembak jatuh lima pesawat tempur dan 1 helikopter tempur Rusia. Penembakan dilakukan di dekat area Pasukan Gabungan berada.
Sementara itu, ledakan yang terdengar di Ukraina meliputi:
- Di garis depan dan sepanjang Pantai Ukraina.
- Di Kyiev, kota terbesar di Ukraina yang terletak di 35 km selatan perbatasan Rusia.
- Di sona perang timur, empat ledakan keras di Kramatorsk yang berfungsi sebagai ibukota efektif pemerintah Ukraina untuk zona perang timur.
-Di Mariupol pelabuhan di Laut Azof, yang memiliki jembatan darat antara Rusia dan Semenanjung Crimea yang dicaplok Rusia.
Akibat peperangan itu, kedua belah pihak pun saling klaim jumlah korban:
Rusia:
- 2 Kapal sipil dibom, beberapa penumpang menjadi korban,
- 1 Su-25 jatuh,
- 1 An-26 jatuh (awak pesawat terbunuh)
- Pangkalan udara militer Ukraina dan sistem pertahanan udaranya dinetralisir
- 14 tentara menyerah
- 4 pesawat tempur ditembak jatuh
- 1 helikopter tempur ditembak jatuh
- 4 pesawat tanpa awak ditembak jatuh
Ukraina:
- 50 prajurit tewas
- 2 orang lebih ditangkap
- 4 tank hancur
- Puluhan kendaraan lapis baja hancur
- 7 pesawat ditembak jatuh
- 6 helikopter ditembak jatuh
- 40 lebih prajurit tewas
- Beberapa lusin terluka
- 1 pesawat angkut ditembak jatuh, lima penumpang tewas
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya