Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jacinda Ardern Kecam Australia karena Cabut Kewarganegaraan Terduga Anggota ISIS

Jacinda Ardern Kecam Australia karena Cabut Kewarganegaraan Terduga Anggota ISIS jacinda ardern. ©AFP

Merdeka.com - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengecam Australia karena menolak untuk menerima tanggung jawab atas seorang perempuan yang ditahan di Turki yang diduga terkait dengan kelompok ISIS.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, Ardern mengatakan perempuan itu pernah menjadi warga negara Selandia Baru dan Australia tapi pemerintah Australia secara sepihak membatalkan kewarganegaraannya.

Pemerintah Turki kemarin mengatakan perempuan 27 tahun itu adalah teroris ISIS dan ditangkap saat berusaha masuk secara ilegal ke Turki dari Suriah.

Dalam pernyataannya, Ardern mengatakan salah jika Wellington yang harus menanggung tanggung jawab terhadap situasi yang melibatkan seorang perempuan yang tak pernah tinggal di Selandia Baru sejak dia berusia enam tahun dan pindah ke Australia sejak saat itu.

Keluarga perempuan itu juga tinggal di Australia dan dia pergi ke Suriah melalui Australia dengan paspor Australianya.

"Selandia Baru, jujur saja, lelah dengan Australia yang mengekspor masalahnya," ujarnya kepada wartawan, dilansir Al Jazeera, Selasa (16/2).

Menanggapi pernyataan Ardern, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menyampaikan kepada wartawan, tugasnya adalah mengedepankan keamanan nasional negaranya.

"Undang-undang yang disahkan melalui parlemen kami secara otomatis membatalkan kewarganegaraan dari dua warga negara di mana mereka terlibat dalam kegiatan teroris semacam itu," jelasnya.

"Itu terjadi secara otomatis dan itu telah menjadi bagian dari hukum Australia selama beberapa waktu."

Morrison menambahkan, dia akan membahas masalah tersebut dengan Ardern pada Selasa malam.

Kasus perempuan tersebut diketahui pihak berwenang Australia dan Selandia Baru selama beberapa waktu.

Ardern mengatakan, setelah Australia mencabut kewarganegaraan perempuan itu, dia menyampaikan kepada Morrison bahwa keputusan itu salah.

"Saya tidak pernah percaya bahwa tanggapan yang tepat adalah dengan berlomba untuk mencabut kewarganegaraan orang, mereka tidak bertindak dengan itikad baik," ujarnya.

Ardern juga menggarisbawahi bahwa perempuan itu membawa dua anak.

"Kesejahteraan anak juga perlu menjadi yang terdepan dalam situasi ini. Anak-anak ini lahir di zona konflik bukan karena kesalahan mereka sendiri," papar Ardern.

"Kami akan terlibat dengan pihak berwenang Turki, dan mengingat ada anak-anak yang terlibat, kesejahteraan mereka akan menjadi prioritas utama dalam tanggapan kami," pungkasnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP