Jabat tangan paling bersejarah untuk China dan Taiwan
Merdeka.com - Pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Taiwan Ma Ying-jeou di Singapura terjadi kemarin, Sabtu (7/11). Pertemuan ini diawali dengan jabat tangan paling bersejarah selama kurang lebih 70 detik.
Pertemuan pertama kalinya sejak perang saudara 1949 lalu ini amat dinanti-nanti kedua belah pihak. Pertemuan tersebut terjadi di Hotel Shangri-La Singapura.
"Kami satu keluarga. Tidak ada perseteruan yang dapat memisahkan kita karena kita saudara, dan akan terus terhubung walaupun hubungan kita pernah rusak. Kita satu keluarga di mana darah kita lebih kental dari air," ujar Xi Jinping dengan suara ramah, seperti dilansir dari Channel News Asia.
Begitu pula Ma, dia memulai pertemuan ini dengan amat baik.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini lebih banyak membahas masalah perdamaian kedua negara.
Singapura, sebagai negara tempat keduanya bertemu mengaku amat senang menjadi saksi bersejarah ini. Hal ini diungkapkan Kementerian Luar Negeri Singapura.
"Ini merupakan sejarah, karena mereka akhirnya bertemu secara damai sejak 1949. Kami (Singapura) bangga dapat memfasilitasi hal ini," ucap juru bicara Kemlu Singapura.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya