Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ivanka Trump, sosok di balik serangan rudal Trump ke Suriah

Ivanka Trump, sosok di balik serangan rudal Trump ke Suriah ivanka trump. ©Twitter

Merdeka.com - Ivanka Trump tampaknya memiliki pengaruh besar terhadap peran ayahnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Pasalnya, Ivanka merupakan orang di balik serangan rudal ke pangkalan udara Suriah yang diperintahkan Trump.

Hal tersebut diungkapkan oleh Eric Trump, yang merupakan putra kedua Trump. Eric mengatakan bahwa dirinya yakin Ivanka lah yang mendorong ayahnya melakukan serangan tersebut. Sebab, Ivanka merasa prihatin atas serangan senjata kimia yang menewaskan puluhan warga sipil di Suriah.

"Ivanka bukan hanya seorang ibu dari tiga anak, tetapi dia juga memiliki pengaruh terhadap keputusan ayah. Saya yakin dia sempat berkata, "dengar ini adalah hal yang mengerikan" seraya memasang tampang sedih dan marah saat bicara," ungkap Eric, seperti dilansir dari laman Time of Israel, Selasa (11/4).

Eric menuturkan, Ivanka memang tidak sepenuhnya ikut campur pada urusan kenegaraan. Tetapi dia cukup vokal terhadap hal-hal yang dianggapnya sangat penting.

"Ivanka selalu ada di pihaknya. Dia tidak terlibat dalam segala hal. Saya pikir dia hanya mau terlibat pada hal-hal yang dia pedulikan. Jadi saat Anda memiliki kekuasaan, dan melihat ada kepentingan bisnis di dalamnya, banyak orang yang akan bilang ya karena kebetulan Andalah bosnya," tuturnya.

Eric yang mengaku tidak terlibat sama sekali dengan keputusan pemerintah membenarkan bahwa ayahnya memang tak ada niatan untuk mengambil tindakan ke Suriah sebelum serangan senjata kimia.

"Ayah saya terkadang bersikap seperti itu. Dan sebetulnya dia sangat anti melakukan hal apapun kepada Suriah dua tahun lalu. Namun sekarang, seorang pemimpin menewaskan rakyatnya termasuk perempuan dan anak-anak membuatnya memutuskan ambil tindakan," jelasnya.

"Dan sebagai negara adi daya, Amerika Serikat harus bertindak. Saya rasa ayah saya banyak mendapat dukungan dari beberapa negara sekutu, dan itu merupakan hal baik," sambungnya.

Setelah senjata kimia serangan pekan lalu di kota Suriah Khan Sheikhoun, di mana setidaknya setidaknya 86 orang tewas, termasuk 27 anak-anak, angkatan laut AS meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke pangkalan udara Suriah di Shayrat sebagai balasan.

Seperti diketahui, Ivanka resmi menduduki pangkat sebagai penasihat pribadi Trump bulan lalu. Dia dan suaminya, Jared Kushner, disebut-sebut memiliki pengaruh besar atas pengambilan keputusan yang dilakukan Trump.

Meski pengangkatan Ivanka dan Jared mengundang reaksi negatif dari berbagai pihak karena dituding membenarkan nepotisme, Eric justru menganggap itu hal baik. Sebab, alasan Trump menunjuk anggota keluarga untuk menjadi penasihatnya sangatlah logis.

"Kau pasti percaya orang-orang yang dekat Anda. Siapa yang Anda berikan kepercayaan untuk menjalankan sebuah perusahaan? Tentu orang-orang yang dekat dengan Anda," katanya.

"Apakah ini nepotisme? Ya. Apakah ini juga hal yang baik? Benar. Percaya kepada keluarga adalah hal yang baik. Hal yang sama juga berlaku untuk Ivanka. Ivanka adalah sisinya di Washington," tambahnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP