Israel pemilu, Netanyahu janji gagalkan kemerdekaan Palestina
Merdeka.com - Israel menggelar pemilu sela hari ini, Selasa (17/3), setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Partai Likud kehilangan beberapa sekutu di koalisinya akhir tahun lalu. Seharusnya, pemilu baru digelar pada 2017.
Untuk memperkuat dukungan publik pada pemerintahan sayap kanan ini, Netanyahu berjanji melakukan segala upaya untuk menggagalkan terbentuknya negara Palestina yang berdaulat. Channel News Asia menyatakan, isu tersebut dilontarkan agar menarik hati warga pendukung Zionisme garis keras.
"Pemerintahan kami akan terus mengupayakan penyatuan seluruh wilayah Yerusalem (untuk Israel), sehingga tidak mungkin terpecah-pecah lagi," ujarnya kemarin ketika bertandang ke pemukiman Yahudi di timur Yerusalem.
Ketika ditegaskan wartawan, apakah artinya Netanyahu tidak akan mendukung pendirian Negara Palestina, dia menjawab "Tentu saja."
Bila kembali memenangkan pemilu, maka Likud dan Netanyahu akan berkuasa untuk kali ketiga. Analis dari Aljazeera, Lisa Goldman, menilai momentum oposisi menyingkirkan bekas pemimpin pasukan khusus Israel itu cukup tipis.
Pada jajak pendapat terakhir, Netanyahu diperkirakan belum akan tersingkir. Tapi dia lagi-lagi harus membentuk koalisi dengan partai lain. Di Israel, jumlah partai sangat banyak, sehingga mustahil merebut lebih dari separuh total kursi di parlemen (Knesset) yang jumlahnya 120.
Penantang paling serius Partai Likud, adalah koalisi Partai Buruh dan kelompok politik kiri lainnya. Koalisi ini menamakan dirinya Serikat Zionis. Bila gabungan buruh dan kelompok sosialis menang, maka Perdana Menteri akan dijabat oleh Yitzhak Herzog.

Putra dari mantan presiden Israel, Chaim Herzog ini dikenal mendorong solusi dua negara untuk mengakhiri konflik dengan Palestina. Yitzhak juga mendukung pengembalian wilayah Israel sesuai peta 1967. Dengan begitu, blokade Jalur Gaza akan berakhir.
Menyadari musuh besarnya adalah politikus sosialis, Netanyahu pada pidatonya kemarin sekaligus mengingatkan publik pada sepak terjang Partai Buruh yang membuat Gaza dan Tepi Barat di atas angin.
"Orang-orang kiri selalu mendukung terbentuknya negara Palestina. Nyatanya, ketika kita menarik pemukiman Yahudi dari lokasi-lokasi pendudukan, segera tempat itu dikuasai kelompok Islam radikal. Sudah saatnya pemerintah Israel realistis," tandasnya.
Mantan Menteri Kehakiman Tzipi Livni dari Partai Hatnua juga masih berpeluang mendapat dukungan rakyat. Tapi mayoritas analis melihat politikus berhaluan liberal ini hanya akan menjadi penyeimbang.
Sosok penting lain berpeluang menggantikan Netanyahu adalah Moshe Kahlon atau Yair Lapid. Keduanya berasal dari partai baru yang secara mengejutkan mendapat dukungan besar pada pemilu 2012.
Dalam pemilu sela ini, 80 persen penduduk negeri zionis yang memiliki hak pilih diperkirakan datang ke TPS. Bilik suara dibuka pada pukul 07.00 waktu setempat (setara pukul 12.00 WIB).
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya