Israel Kembali Bom Gaza Dua Hari Berturut-turut Kurang Sebulan Pasca Gencatan Senjata
Merdeka.com - Pertempuran antara Israel dan Gaza berlanjut dengan saling balas. Israel menembakkan rudal ke Gaza sebagai respons “balon api” saat ketegangan meningkat di bawah pemerintah baru Israel.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyampaikan mereka menargetkan “area militer dan situs peluncuran roket” yang dituding dioperasikan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza. Serangan itu dilakukan pada Kamis malam sebagai balasan balon api yang diluncurkan dari Gaza.
Rudal dilaporkan menghantam kota Khan Yunis di selatan Gaza, yang menjadi target serangan udara Israel dalam hari kedua berturut-turut, termasuk kota Beit Lahia, di utara kota Gaza.
Delapan tembakan, termasuk tujuh di wilayah Eshkol dan satu di lahan dekat Shaar Hanegev, dipicu balon api pada Kamis, menyusul empat tembakan pada Rabu, seperti dilaporkan media Israel, dilansir Russia Today, Jumat (18/6).
Sesaat setelah Israel mengebom situs yang diduga milik Hamas, sirene terdengar di Kfar Aza di Israel selatan, di mana IDF mengklaim peringatan itu dipicu oleh "api yang masuk, bukan roket."
Rekaman CCTV muncul menunjukkan saat rentetan tembakan senapan mesin diarahkan ke masyarakat.
Pecahnya kekerasan menyusul “Pawai Bendera” kontroversial di Yerusalem awal pekan ini yang dilakukan kelompok nasionalis Israel untuk memperingati kemenangan Tel Aviv dalam Perang Enam Hari 1967, ketika merebut Yerusalem Timur.
Pawai ini awalnya dijadwalkan pada Mei, tapi kegiatan itu ditunda karena ketegangan meningkat yang memicu serangan Israel ke Gaza yang berlangsung selama 11 hari. Walaupun rute pawai akhirnya dialihkan untuk mencegah bentrokan, perkelahian epcah di Yerusalem dan tempat lainnya, melukai beberapa orang dan sejumlah warga Palestina ditangkap.
Serangan Israel pada Kamis menandai serangan kedua sejak gencatan senjata terakhir Israel-Gaza yang difasilitasi Mesir bulan lalu setelah serangan Israel di Gaza yang menewaskan 250 warga Palestina dan 13 warga Israel. Serangan juga merupakan operasi militer pertama yang dilakukan di bawah pemerintah koalisi baru Israel, yang menggulingkan Benjamin Netanyahu setelah berkuasa 12 tahun pada Minggu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya