Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Israel batal pemilu karena taktik Netanyahu

Israel batal pemilu karena taktik Netanyahu Netanyahu dan ayahnya. merdeka.com/Judy Lash Balint

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan manuver politik mendadak sehingga pemilihan umum parlemen batal diselenggarakan. Dia berhasil merayu pemimpin oposisi Shaul Mofaz, pimpinan Partai Kadima, buat membentuk pemerintahan bersama.

Koalisi mendadak itu membikin kabinet Netanyahu bertahan hingga 2013, seperti dilansir surat kabar Haaretz, Selasa (8/5). Sebagai imbalan karena memuluskan jalan bagi pemerintahan sekarang, beberapa pentolan Partai Kadima bakal diangkat menjadi menteri.

Mofaz dijanjikan menjabat wakil perdana menteri. Dia pernah menyatakan menolak ditawari jabatan apapun selama pemerintah Israel masih dipegang Netanyahu.

Partai Likud pimpinan Netanyahu yang berhaluan konservatif mengusulkan pemilihan umum dipercepat jadi September mendatang. Keputusan ini muncul karena Netanyahu bersitegang dengan beberapa koalisinya di Knesset, sebutan parlemen Israel.

Alasan lain manuver ini karena beberapa kelompok Yahudi ultra-ortodok menunjukkan gelagat ingin parlemen berubah komposisi gara-gara tuntutan hukum Tal Law tidak kunjung diadopsi.

Bila diterapkan hukum ini bakal membebaskan rabbi garis keras yang masih menempuh pendidikan dari program wajib militer. Kelompok sekuler dan kiri menuding hukum ini tidak adil bagi warga Israel lain.

Ketua Partai Meretz Zahava Gal-On yang juga menjadi oposisi menuding langkah Kadima memalukan. "Semua ini hanyalah cara-cara seorang perdana menteri yang takut kalah di pemilihan umum," ujar dia.

Hasil jajak pendapat bulan lalu menempatkan Netanyahu sebagai politikus terpopuler di Negara Zionis itu. Selama pemerintahannya dia menegaskan Palestina boleh merdeka, asal tidak minta syarat apapun. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP