Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ISIS punya target menguasasi Kerajaan Yordania

ISIS punya target menguasasi Kerajaan Yordania Pawai militan ISIS di Kota Raqqa, Suriah, pada 2014. ©Reuters

Merdeka.com - Seorang jurnalis asing bernama Medyan Dairieh berhasil menjadi wartawan pertama menyusup masuk kota Raqqa, yang diklaim pusat kelompok Negara Islam untuk Irak dan Syam (ISIS). Menurut investigasi Dairieh, ternyata menguasai dua negara itu bukanlah tujuan akhir dari ISIS. Justru, prajurit Khilafah Islamiyah bermimpi bisa merebut Kerajaan Yordania.

Medyan menembus Raqqa dari tepian utara Sungai Eufrat. Upaya masuk ke Raqqa dia lakukan sejak Juni 2014. Medyan menghabiskan waktu tiga pekan seorang diri, mendokumentasikan seluruh liputan ISIS untuk VICE News.

Belum banyak informasi yang dibocorkan seputar liputan khususnya selama menyusup. Dairieh berencana menuangkan seluruh pengalamannya di Raqqa secara mendetail dalam buku berjudul 'Negara Islam'. Buku tersebut rencananya akan dicetak dalam dua bahasa, Inggris dan Italia.

Sejauh ini Medyan hanya mau mengkonfirmasi bila Yordania adalah target utama khilafah, sebelum menyasar ke Baghdad, Irak. Para petinggi ISIS memiliki pandangan teologi khusus untuk mengambil alih klan Abdullah di Yordania yang secara marwah lebih tinggi dibanding raja keturunan Nabi Muhammad lain di Jazirah Arab. Selain itu, secara kultural, di masa kekhalifahan, Raja Yordania adalah penjaga Kota Yerusalem.

"Buku ini akan bercerita tentang kelahiran dari kelompok itu di Irak dan mencapai Suriah, kelompok yang merupakan pemisahan dari (Al Qaeda) front Al Nusra, disusul deklarasi sebagai negara dan kekalifahan. Buku ini akan fokus juga kepada kembalinya mereka (para militer ISIS) kepada negara asal untuk mendirikan negara (Islam), seperti yang terjadi di Libya," kata Dairieh kepada Stasiun Televisi Al Arabiya, Rabu (16/3).

Dairieh menyatakan kekuatan ISIS yang terbesar sekarang bukan lagi di utara Suriah ataupun Irak, melainkan di Libya. Khilafah mengirim SDM terbaik bergabung dengan Brigade Battar sejak dua tahun terakhir.

Dairieh menambahkan bila dalam bukunya nanti terdapat wawancara khusus dengan para militan yang berasal dari Eropa, Asia Tengah, dan negara-negara Arab. Dia berusaha menggali terkait informasi sang pemimpin Abu Bakar al Baghdadi secara lebih dekat.

"Saya sempat mewawancarai komandan tinggi ISIS Abu Omar al Shishani di Kota Aleppo dan pemimpin lainnya yang secara personal pernah bertemu dengan Baghdadi," sambungnya.

Medyan Dairieh adalah warga negara Palestina. Dia memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun meliput daerah konflik di Timur Tengah. Dia belajar ilmu jurnalistik di Universitas Baghdad dan fotografi di Universitas Marmaris Turki.

Saat 2011, di mana situasi di Libya berkecamuk, Dairieh adalah orang pertama yang berhasil masuk Tripoli, Libya. Dia hidup bersama pemberontakan selama berbulan-bulan dan mendokumentasikan peperangan dari tangannya. Kini Dairieh telah berpindah tempat tinggal ke Brighton, Inggris Raya.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP