ISIS minta satu tawanan Jepang tersisa ditukar janda Al-Qaidah
Merdeka.com - Kelompok Negara Islam untuk Irak dan Syam (ISIS) menuntut pembebasan seorang perempuan yang ditahan di Yordania dengan dugaan mencoba melakukan serangkaian teror pada 2005. Mereka bersedia menukar wanita itu dengan tawanan asal Jepang masih hidup.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (26/1), dalam siaran radio setempat yakni Al-Bayan disebutkan ISIS menyerukan pembebasan Sayida al-Rishawi yang disebut oleh mereka sebagai saudara. Mereka bersedia menukar nyawa Sayida dengan Kenji Goto, sandera asal Jepang yang masih hidup setelah sebelumnya memenggal tawanan lain bernama Haruna Yukawa.
Sayida asal Irak merupakan pelaku bom bunuh diri saat ini tengah menunggu proses eksekusinya. Dia dinyatakan bersalah atas tiga serangan bom di sebuah hotel di Ibu Kota Amman menewaskan sekitar 60 orang.
Sayida mengakui perbuatannya. "Suami saya juga melakukan bom bunuh diri. Saya mencoba meledakkan tambang tapi gagal," ujar Sayida dalam pengakuannya di televisi masa itu.
Perempuan itu mengatakan suaminyalah yang mengatur semua rencana terorisme itu. Suami Sayida tak lain mantan pemimpin Al-Qaidah, saudara tertua ISIS, Abu Musab al-Zarqawi yang terbunuh pada 2006.
Bagi ISIS kebebasan Sayida sangat penting. Sayida dipercaya sebagai kaki tangan Zarqawi dan kemampuannya setara dengan suaminya itu.
(mdk/din)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya