ISIS mengklaim jatuhkan pesawat Rusia, maskapai ogah lewat Sinai
Merdeka.com - Dua maskapai asal Eropa menolak lewat wilayah udara Mesir setelah pesawat komersial Rusia jatuh di Semenanjung Sinai akhir pekan lalu, menewaskan seluruh penumpang. Faktor keamanan menjadi pertimbangan, setelah beredar klaim militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) di jejaring sosial, mengatakan mereka bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Maskapai Kogalymavia tersebut.
Stasiun Televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (2/11), Maskapai Lufthansa asal Jerman dan Air France dari Prancis, menyatakan tidak bersedia melewati rute Semenanjung Sinai, selama penyebab insiden belum diungkap tim investigasi. "Penerbangan dari dan menuju Mesir akan kami lewatkan jalur alternatif," kata juru bicara Lufthansa.
Sikap yang sama juga diambil Maskapai Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Sejauh ini baru Etihad, maskapai Uni Emirat Arab, yang mengaku akan terus melewati Semenanjung Sinai seperti biasa.
Twit propaganda militan telah dibantah oleh tim investigasi independen. Pemerintah Rusia, yang mengirim ratusan penyidik ke Sinai, turut mengabaikan klaim ISIS. "Informasi yang mengatakan pesawat ditembak jatuh tidak berdasar," kata Menteri Transportasi Rusia, Maxim Solokov.

Klaim militan beredar di jejaring sosial para pendukung ISIS, seperti dipantau lembaga Terror Monitor dua hari lalu. "Kecelakaan ini bukan karena masalah teknis. Kami menjatuhkan pesawat Rusia di #Sinai," tulis cuitan Twitter dalam bahasa Arab itu.
Hasil investigasi sementara dari anggota Komisi Penerbangan Rusia, Viktor Sorochenko, menduga pesawat kemungkinan patah di udara karena bermacam alasan.
"Itulah sebabnya puing pesawat tersebar di wilayah seluas 20 kilometer persegi," tuturnya.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya