ISIS klaim serangan bom bunuh diri di Kampung Melayu
Merdeka.com - Dua hari setelah ledakan bom bunuh diri di halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim serangan itu.
Melalui media propaganda mereka, Amaq, ISIS hari ini mengatakan mereka bertanggung jawab atas bom bunuh diri yang menewaskan tiga anggota polisi dan dua terduga pelaku itu.
"Pelaku serangan terhadap polisi Indonesia di Jakarta adalah pejuang ISIS," kata pernyataan Amaq, seperti dilansir koran the Straits Times, Jumat (26/5).
Selanjutnya Amaq tidak memberikan penjelasan lagi atas klaim mereka.
Rita Katz, direktur SITE Intel Group, organisasi pengawas aktivitas jaringan militan di dunia maya, dalam akun Twitternya mengatakan ISIS sejak Senin lalu sudah mengklaim sejumlah serangan di Inggris, Filipina, Somalia, Afganistan, Sinai. Mereka mengancam serangan akan lebih gencar menjelang bulan suci Ramadan.
"Belum tahu mengapa perlu sampai lebih dari 24 jam buat ISIS mengklaim serangan di Jakarta," tulis Katz di akun Twitternya.
Polisi mengaku sudah mengantongi identitas dua terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu. Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menyampaikan itu saat menjenguk korban ledakan bom di RS Polri, Kramat Jati, Kamis (25/5).
Kapolda menyebut inisial dua terduga pelaku yakni AS dan I (INS). Polisi sudah menggeledah rumah salah satu terduga pelaku yakni INS di Bandung. "Kita juga sudah tahu nama perorangan, bisa menjelaskan secara resmi. Inisial nama sudah ada, AS tapi DNA-nya belum dicek, jangan sampai ada kekeliruan. Termasuk pelaku satu lagi juga berinisial I," ungkap Iriawan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya