Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ISIS dan Taliban sama-sama klaim mengebom rumah sakit di Pakistan

ISIS dan Taliban sama-sama klaim mengebom rumah sakit di Pakistan Bom di rumah sakit Pakistan. ©REUTERS/Naseer Ahmed

Merdeka.com - Sedikitnya 70 orang tewas dalam ledakan bom di sebuah rumah sakit di Quetta, Pakistan. Kebanyakan dari mereka yang tewas adalah pengacara dan wartawan.

Dua kelompok teror, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan juga Taliban mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif segera meminta pasukan pengamanan anti-teroris untuk berjaga-jaga di seluruh penjuru kota.

Dikutip dari The New Arab, Selasa (9/8), lebih dari seratus orang tewas dalam serangan di Rumah Sakit Umum Balochistan. Sebuah video amatir menunjukkan banyak tubuh berserakan serta darah memenuhi lantai rumah sakit.

Dari berbagai sumber disebutkan pelaku bom meledakkan diri di tengah kerumunan orang yang mengantarkan jenazah seorang pengacara senior terkenal di Pakistan, yang ditembak mati pagi harinya.

"Ledakan sangat besar dan asap seperti awan hitam terlihat mengotori langit. Saya berlari kembali ke tempat itu dan melihat banyak tubuh tergeletak di lantai, dan mereka yang terluka menangis," ujar seorang wartawan AFP yang kebetulan berada sekitar 20 meter dari tempat kejadian.

"Banyak genangan darah dan potongan tubuh manusia di tempat itu," lanjut dia.

bom di rumah sakit pakistan

Bom di rumah sakit Pakistan ©REUTERS/Naseer Ahmed

Sementara itu, faksi Taliban di Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar mengklaim bertanggung jawab atas dua insiden yang terjadi kemarin itu. Mereka mengaku menembak sang pengacara dan meledakkan rumah sakit tersebut.

"Kami tidak akan berhenti sampai sistem hukum Islam di Pakistan berada di jalur yang benar," kata juru bicara Jamaat-ul-Ahrar.

Sementara itu, kepala menteri Balochistan Sanaullah Zehri menuding intelijen India (RAW) terlibat dalam serangan di rumah sakit itu.

Dia mengatakan India mendukung serangan teror secara finansial sebagai upaya untuk mengganggu keamanan di Balochistan.

"Saya punya bukti RAW terlibat dalam serangan di Quetta. Saya akan menginformasikannya kepada Perdana Menteri Nawaz Sharif dan kementerian luar negeri," ujar Zehri kepada media lokal.

Pemerintah setempat sudah mengumumkan masa berkabung selama tiga hari.

Serangan bom ini adalah yang kedua terburuk di Pakistan dalam tahun ini. Sebelumnya serangan bom di Taman Gulshan Iqbal di Lahore menewaskan 75 orang.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP