ISIS bom aksi unjuk rasa di Kabul, 61 orang tewas
Merdeka.com - Militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, kemarin sore saat sedang berlangsung unjuk rasa warga. Akibat ledakan ini 61 orang tewas, 270 lainnya luka-luka dengan 142 di antaranya dirawat intensif di rumah sakit.
Keterangan jumlah korban disampaikan Waheed Majroeh, juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan seperti dilansir the Daily Mail, Minggu (24/7). "Angka korban masih bisa bertambah," ujarnya.
Polisi mengidentifikasi dua orang sebagai pelaku bom bunuh diri. Klaim ISIS disiarkan oleh media propaganda mereka, Amaq, beberapa jam setelah insiden. "Prajurit kami meledakkan bom bunuh diri di kerumunan orang Syiah yang berkumpul di Kabul," seperti dikutip dari media ISIS tersebut.
Ratusan warga dari etnis Hazara berkumpul di lokasi kejadian untuk menuntut sambungan listrik dari pemerintah pusat. Massa menuntut kabel dari Turkmenistan dialirkan melewati dua provinsi yang dihuni banyak warga Hazara, namun gagasan itu sempat ditolak pemerintah Afghanistan.
Laila Mohammadi, salah satu koordinator unjuk rasa, menyatakan pawai warga belum berlangsung ketika ledakan terjadi. "Ketika saya datang mayat dan korban bergelimpangan," ujarnya.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam serangan ISIS yang kesekian kalinya menimpa Kabul sepanjang tahun ini. Dia mengatakan banyak polisi ikut tewas dan cedera akibat ledakan tersebut.
"Aksi ini adalah wujud oportunisme kelompok teroris yang menyusup ke dalam rombongan pengunjuk rasa, menewaskan banyak korban sipil," kata Ghani melalui keterangan tertulis.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya